Kamis, 4 Juni 2026

Perang dagang China dan AS membuat Harga Emas Meroket

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Senin, 25 Mei 2020 | 09:27 WIB
NAWACITAPOST- Perang dagang atau Ketegangan yang semakin meningkat antara AS dan China membuat harga emas dalam tren meningkat. Emas naik mengincar meningkatnya ketegangan geopolitik yang akhirnya bisa membantu emas menembus level USD 1.800 per ounce.

"Investor mungkin melihat sejarah berulang sebagai ketegangan geopolitik, dengan China di pusat, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang perang perdagangan lain," kata ahli strategi ING dikutip dari Kitco, Senin (25/5/2020).

Baca Juga : Pemerintah Buat Sejumlah Aplikasi untuk Mendeteksi Virus Corona atau Covid19

Meningkatnya hubungan AS-China terjadi ketika Negeri Tirai Bambu tersebut menerbitkan rancangan undang-undang untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong menyusul gelombang protes anti-pemerintah tahun lalu di kota itu.

“Undang-undang tersebut mengatur kemungkinan bentrokan antara keamanan Cina dan demonstran pro-demokrasi di Hong Kong, serta ulasan tentang hubungan perdagangan khusus kota tersebut oleh AS. Keduanya berdiri untuk menyebabkan kinerja yang berkepanjangan di Hang Seng," kata kepala penelitian London Capital Group Jasper Lawler.

AS telah mengutuk proposal China, menyebutnya sebagai 'bencana' dan mendesak China untuk mempertimbangkan kembali.

"Ini bisa memicu protes baru di bekas koloni mahkota Inggris, menyebabkan hubungan yang sudah penuh antara China dan AS memburuk lebih jauh," kata analis Commerzbank Cartsen Fritsch.

Meskipun harga emas mengalami reli pada hari Jumat, logam mulia telah terjebak dalam kisaran yang cukup sempit. Untuk Juni, Comex emas berjangka diperdagangkan terakhir di USD 1,734.50, naik 0,73 persen pada hari itu.

“Emas bertindak sangat baik. Kami melihatnya turun dari bawah bersama dolar yang lebih kuat. Emas menguji level USD 1.722, yang merupakan rata-rata bergerak 20 hari. Itu menggembirakan memasuki akhir pekan yang panjang," kata ahli strategi pasar senior LaSalle Futures Group, Charlie Nedoss, kepada Kitco News.

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB