NAWACITAPOST- Anak dari dokter yang meninggal dunia saat menangani corona di Inggris menuntut Menteri Kesehatan Matt Hancock untuk menyadari kesalahan dan menyesali ketidakmampuan pemerintah menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis dengan baik.
Intisar Chowdury ingin mendengar respons Hancock terkait dugaan pemerintah tidak merespons dengan serius soal permintaan alat pelindung diri.
Hancock menyebut bahwa pemerintah sudah mendengar permintaan ayah Intisar, Abdul Mabud Chowdury soal APD.
Baca Juga : Ketua Medis FIFA : Pertandingan Sepak Bola Tidak Boleh Digelar di Tengah Pandemi Corona
"Kami mengambil langkah sangat serius terkait permintaan ayahmu dan kami sudah bekerja keras setiap waktu untuk memastikan kecukupan alat pelindung."
"Dalam hal setiap staf pelayanan publik yang meninggal karena virus corona, kami akan melihat tiap kasus untuk mencari sebabnya. Kami bakal menyelidiki sumber dan sebab mereka terkena virus dan mengambil pelajaran dari sana," kata Hancock.
Hancock sendiri tidak mau menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan pemerintah menyadari kesalahan yang dilakukan dalam penanganan pandemi corona ini.
"Saya rasa hal yang penting adalah kita semua terus belajar untuk membuat hal ini menjadi baik," ujar Hancock menjawab pertanyaan tersebut.
Abdul Mabud Chowdury meninggal dunia pada awal April. Sepekan sebelumnya, ia sempat membuat surat terbuka agar tenaga medis mendapatkan tambahan alat pelindung diri bagi pekerja medis.
Kasus Kematian Anak di Inggris
Hancock menyebut bahwa pihaknya tengah melakukan penelitian terkait sejumlah anak yang meninggal dunia dengan sindrom peradangan di masa pandemi corona.
"Ada sejumlah anak yang meninggal dan mereka tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasari hal tersebut."
"Ini penyakit baru yang kami pikir disebabkan oleh virus corona. Kami tidak yakin 100 persen karena beberapa anak yang terkena penyakit itu tidak terbukti positif virus corona, jadi kami terus melakukan penelitian. Namun hal itu tentu merupakan sebuah hal yang perlu kami khawatirkan," ujar Hancock.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Sabtu, 18 April 2026 | 11:53 WIB
Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 21:18 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 10:08 WIB
Senin, 6 April 2026 | 14:46 WIB
Senin, 6 April 2026 | 11:16 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Sabtu, 4 April 2026 | 16:06 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:17 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:27 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:09 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:10 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:16 WIB
Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:41 WIB