Meskipun dikenal sebagai negara maju dengan ekspor budaya yang masif, Korea Selatan menduduki posisi kedua karena tingginya tingkat rasisme terhadap warga non-Korea.
Diskriminasi ini sangat dirasakan oleh pekerja imigran, khususnya dari Asia Tenggara. Survei internasional menunjukkan bahwa masyarakat lokal cenderung memiliki resistensi rasial yang tinggi terhadap pendatang, yang sering kali tercermin dalam perlakuan di tempat kerja maupun interaksi di media sosial.
1. India: Polarisasi Berbasis Agama
Berada di posisi puncak, India menghadapi kritik keras terkait diskriminasi berbasis agama yang sangat kuat. Ketegangan antara kelompok mayoritas dan minoritas seringkali berujung pada marginalisasi sosial, ekonomi, hingga kekerasan fisik.
Baca Juga: Sentuhan Kasih di Balik Jeruji, Lapas Muara Teweh Terima Bantuan Ramadhan untuk Warga Binaan Wanita
Sistem kasta yang telah mengakar dan kebijakan yang dianggap diskriminatif terhadap penganut agama tertentu menjadikan India sebagai titik panas isu intoleransi global.
Catatan: Laporan ini disusun berdasarkan data dari berbagai survei persepsi rasisme internasional dan laporan rutin tahunan dari organisasi pemantau Hak Asasi Manusia. Peringkat ini mencerminkan dinamika sosial yang kompleks dan terus berkembang di masing-masing negara.
Artikel Terkait
Khidmat dan Penuh Kekhusyukan, Warga Binaan Lapas Muara Teweh Laksanakan Sholat Jumat Berjamaah
Silaturahmi dan Koordinasi, Kalapas Gunungtua Kunjungi BNN Tapanuli Selatan
Siap Implementasikan KUHP Baru, Kalapas Padangsidimpuan Sambut Wali Kota Bahas Pembangunan Kantor Bapas
Bupati Anton Bersama Plt Gubri SF Hariyanto Safari Ramadhan 1447 Hijriah Perdana di Kunto Darussalam
Bapas Muara Teweh Tegaskan Kesiapan Pelaksanaan Pos Bapas di Rutan Buntok