Jakarta, NAWACITA - Seperti diketahui AS menghambat Huawei dengan larangan ekspor, yang secara tegas juga melarang perusahaan AS berbisnis ponsel pintar, termasuk pembuatan peralatan telekomunikasi.
Pemerintah China mengancam perusahaan-perusahaan asing masuk daftar hitam (black list) setelah larangan Amerika Serikat terhadap Huawei, perusahaan teknologi raksasa asal China.
Saat ini, China mengklaim tengah mempersiapkan balasan yang disinyalir sebagai buntut perang dagang kedua negara. Kementerian Perdagangan China, seperti dilansir CNN.com, Sabtu (1/6), menyatakan tengah menyusun daftar entitas yang akan masuk dalam daftar hitamnya, baik perusahaan, organisasi, maupun individu.
Dari aksi balasan itu akan segera diumumkan. "Perusahaan yang melanggar aturan pasar akan masuk dalam daftar hitam. Target lain, perusahaan yang memblokir pasokan untuk perusahaan China juga masuk daftar," tulis Kemendag China dalam pernyataan.
Administrasi Presiden AS Donald Trump menuding perangkat Huawei dapat digunakan oleh China sebagai alat untuk memata-matai.
Namun, hal itu dibantah Huawei. Huawei justru menuding AS membatasi bisnis dan memaksa mereka keluar dari kompetisi bisnis.
Menurut Jude Blanchette, Penasihat Senior di Crumpton Group, perusahaan-perusahaan AS sudah mempersiapkan diri dari ancaman China tersebut. "Reaksi mereka, ini bukan masalah besar," katanya.
Sebelumnya, Trump menyebut Huawei sebagai perusahaan teknologi China sebagai perusak kepentingan AS. Karenanya, ia memaksa pemasok besar, seperti Google dan ARM Holdings untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan China itu. Sementara, operator top di Inggris dan Jepang ikut menunda peluncuran ponsel pintar Huawei.
Sebagai balasan, China akan menghukum perusahaan-perusahaan serupa karena telah mematuhi larangan AS. "Mereka belum mengidentifikasi perusahaan mana (masuk daftar hitam). Tetapi, saya yakin mereka akan menargetkan perusahaan yang sama yang patuh dengan larangan AS," tutur Harry Broadman, mantan negosiator perdagangan AS.
Bagi Huawei sendiri, larangan AS akan mengganjal perseroan mencapai targetnya menjadi merek ponsel pintar teratas pada 2020 mendatang.
(ANT/Nwct)
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Sabtu, 18 April 2026 | 11:53 WIB
Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 21:18 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 10:08 WIB
Senin, 6 April 2026 | 14:46 WIB
Senin, 6 April 2026 | 11:16 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Sabtu, 4 April 2026 | 16:06 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:17 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:27 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:09 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:10 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:16 WIB
Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:41 WIB