Amerika, NAWACITA- Amerika Serikat menyebut tindakan pemerintah China membungkam demonstrasi damai di sekitar Alun-Alun Tienanmen dengan kekerasan pada 4 Juni 1989, sebagai pembantaian.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus Amerika menyerukan, dan akan terus menyerukan, seperti juga masyarakat internasional, meminta pertanggungjawaban publik atas mereka yang tewas, ditangkap, dan hilang, Kamis (30/4)
Ortagus Menambahkan Kami ingin mereka yang dipenjara, karena memperjuangkan kenangan Alun-Alun Tienanmen tetap hidup dan penghentian ancaman terhadap pengunjuk rasa dan keluarga mereka.
Tiga puluh tahun yang lalu, protes pro-demokrasi yang dipimpin mahasiswa dipusatkan di Alun-Alun Tienanmen. Para pengunjuk rasa memprotes korupsi di kalangan elit. Pemrotes juga menyerukan reformasi politik, serta masyarakat yang lebih adil dan terbuka.
Kelompok HAM memperkirakan ratusan hingga ribuan orang tewas ketika tank-tank dikerahkan ke Alun-Alun Tienanmen untuk membubarkan demonstran.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Sabtu, 18 April 2026 | 11:53 WIB
Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 21:18 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 10:08 WIB
Senin, 6 April 2026 | 14:46 WIB
Senin, 6 April 2026 | 11:16 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Sabtu, 4 April 2026 | 16:06 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:17 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:27 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:09 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:10 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:16 WIB
Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:41 WIB