NAWACITAPOST.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menghadiri secara langsung High Level Week, United Nations General Assembly (HLW-UNGA) di New York, yang bertepatan dengan HUT ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kunjungan ini menandai kehadiran langsung pertama Kepala Negara RI di Sidang Umum PBB dalam satu dekade terakhir.
Konsul Jendral (Konjen) Republik Indonesia di New York, Winanto Adi menyampaikan kehadiran Presiden Prabowo dinilai sangat tepat waktu, melanjutkan pondasi kuat yang telah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya.
Selama satu dekade era Presiden Jokowi, Indonesia fokus pada pembangunan domestik, di mana kebijakan luar negeri dirancang untuk mendukung kemajuan di dalam negeri. Keberhasilan ini telah meningkatkan postur global Indonesia secara signifikan, membuka jalan bagi peran yang lebih aktif di kancah internasional," kata Winanto Adi, di Konsulat Jenderal Republik Indonesia, New York, Sabtu (20/9/2025).
Baca Juga: Dubes RI di Uzbekistan: Pengalaman Indonesia Kelola Kemajemukan Layak Dicontoh Negara Lain
Menurutnya, kunjungan Presiden Prabowo ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun ini mengukuhkan dukungan Indonesia pada Multilateralisme di tengah maraknya unilateralisme.
"Saat ini kondisi global sedang ‘tidak baik-baik saja’. Di Eropa ada perang Rusia-Ukraina. Di Timur Tengah, terjadi genosida di Gaza; konflik terbuka Arab-Israel; saling serang Israel-Iran,” ujar Winanto Adi.
Konjen Adi juga menyoroti isu di Asia Tenggara, permasalahan pengungsi Rohingya; terjadi perang terbuka Thailand-Kamboja; memanasnya situasi di Laut China Selatan; meningkatnya ketegangan Tiongkok-Taiwan. Menguatnya national conservatism dan anti-imigran di AS dan bbrp negara Eropa.
“Saat ini merupakan saat yang tepat untuk meneguhkan dukungan Indonesia bersama dengan semakin banyak negara untuk menyelesaikan salah satu akar konflik di Timur Tengah yakni konflik Arab-Israel dengan ‘Two States Solution’, berdirinya negara Palestina merdeka yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel dan negara-negara Arab lainnya," imbuhnya.
Kunjungan Presiden RI ke markas PBB ini tidak hanya penting secara simbolis, tetapi juga secara praktis meneguhkan posisi Indonesia sebagai "Middle Power Global". Indonesia kini diperhitungkan sebagai kekuatan penting di Asia Tenggara, salah satu aktor kunci di kalangan negara berpenduduk mayoritas Muslim, dan salah satu pemain utama di antara negara-negara "Global South".
Partisipasi aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional seperti ASEAN, BRICS, G-20, dan APEC semakin memperkuat peran ini. Kehadiran Presiden Prabowo di PBB menjadi bukti nyata bahwa Indonesia siap mengambil peran berkiprah secara lebih aktif pada percaturan global.
Artikel Terkait
Krisis Populasi, Korsel Berikan Rp11Juta Bagi Warga yang Ingin Menjalin Hubungan Asmara
Ramalan Kiamat 29 Juni 2024 Melestet, Ini Profill Lengkap Sang Peramal
Parlemen Korea Selatan Makzulkan Presiden Yoon, Apa Statusnya Sekarang?
Civitas Akademik SMPIT Pluit Raya Keluarkan Sikap Terhadap Kekejaman Israel Terhadap Palestina
Mendikdasmen Ungkap LKLB sebagai Pilar Vital Pendidikan Karakter