Minggu, 19 Juli 2026

Mendikdasmen Ungkap LKLB sebagai Pilar Vital Pendidikan Karakter

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:32 WIB
Mendikdasmen RI, Abdul Muti, bersama Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amin Abdullah, bersama para peserta G20 (Istimewa)
Mendikdasmen RI, Abdul Muti, bersama Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amin Abdullah, bersama para peserta G20 (Istimewa)

“Sebagaimana kita lihat apa yang terjadi di dunia saat ini, saya pikir menjadi semakin mendesak dan penting bagaimana kita mengajarkan generasi masa depan untuk menjangkau orang-orang di luar kelompok mereka sendiri, baik kelompok etnis atau agama. Kita berusaha tidak hanya membangun relasi, tapi juga kolaborasi,” kata Matius.

Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan RI, Lapas Gunungtua Adakan Lomba bagi WBP

Matius mengungkapkan program LKLB di Indonesia, yang sudah berjalan empat tahun, adalah contoh nyata kolaborasi lintas agama karena melibatkan lebih dari 40 lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan. Program LKLB dimulai dengan ide sederhana yaitu pelatihan guru untuk menumbuhkan rasa saling percaya sebagai modal sosial masyarakat majemuk.

“Indonesia, sebagai contoh, telah melakukan dialog lintas agama selama beberapa dekade, namun dialog kerap hanya langkah awal, dialog stop pada dialog. Kita perlu melangkah lebih konkret untuk berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda agama dengan kita,” jelasnya.

Anggota Dewan Pengarah BPIP yang juga Senior Fellow Institut Leimena, Amin Abdullah, yang berbicara dalam sesi IF20 berjudul “Education for Solidarity: Cross-cultural Religious Literacy and Addressing Religious Tensions, Violence, and Harmony” (Pendidikan untuk Solidaritas: Literasi Keagamaan Lintas Budaya dan Mengatasi Ketegangan, Kekerasan, dan Harmoni), mengatakan guru berperan penting menyebarkan nilai-nilai harmoni lintas agama.

Baca Juga: Forkopimka Krian Tanam Jagung Bersama Santri Di Pondok Pesantren Darul Falah

“Survei nasional yang pernah dirilis mengenai situasi kemajemukan di Indonesia memberikan tiga rekomendasi yaitu pentingnya literasi keagamaan dan pendidikan lintas agama, perlu memperkenalkan agama lain dalam pendidikan Islam, dan mengekspos guru dengan pengalaman positif keberagaman,” ujar Amin.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB