Jumat, 3 Juli 2026

Lai Cing-te Memenangkan Pemilu Presiden Taiwan, China Merespon dengan Kecaman

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 16 Januari 2024 | 06:00 WIB
Lai Cing-te terpilih menjadi presiden Taiwan, meraih hampir 40 persen suara dalam Pilpres, Sabtu (13/1)  (Nawi)
Lai Cing-te terpilih menjadi presiden Taiwan, meraih hampir 40 persen suara dalam Pilpres, Sabtu (13/1) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Lai Cing-te dari Partai Progresif Demokratik (DPP) memenangkan pemilu presiden di Taiwan pada Sabtu (13/1), meraih hampir 40% suara.

Namun, DPP mengalami kekalahan tipis dalam pemilu legislatif, menguasai 51 kursi, hanya selisih satu kursi dengan Partai Kuomintang (KMT) yang berhasil merebut 52 kursi dan sekarang berada di posisi oposisi. Reaksi China terhadap hasil ini tampak negatif.

Dikutip dari VOA, Farini Anwar jurnalis Radio Taiwan International RTI, melaporkan bahwa warga Taiwan merayakan keberlangsungan pemilu yang berjalan aman.

Baca Juga: Dhita Nurani dan Tim MarmorStuff, Mahasiswa ITS Ciptakan Furnitur Ramah Lingkungan

Sejumlah menteri dan politisi dari negara-negara yang memiliki hubungan de facto dengan Taiwan memberikan ucapan selamat.

Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika, menyampaikan harapannya agar dapat melanjutkan hubungan tidak resmi dengan Taipei.

Melalui akun 'X' nya, Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken, yang mengatakan Washington berharap dapat melanjutkan hubungan tidak resmi dengan Taipei. (Nawi)

Namun, Kementerian Luar Negeri China menyebut pernyataan Blinken sebagai "mengirimkan sinyal yang sangat tidak benar" kepada "kekuatan separatis kemerdekaan Taiwan."

China tegas menentang pertukaran resmi antara Amerika dan Taiwan dan campur tangan Amerika dalam urusan Taiwan.

Pernyataan positif dari Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron juga menarik kecaman dari China yang menyerukan Inggris untuk mengakui Taiwan sebagai salah satu provinsi China.

Baca Juga: Kesejahteraan Nelayan Prioritas, LaNyalla Ingatkan Jatim Manfaatkan Pendapatan Laut dengan Bijak

Meskipun China tidak pernah menggunakan kekuatan untuk mengendalikan Taiwan, mereka khawatir Lai Cing-te akan mendeklarasikan kemerdekaan Republik Taiwan. Lai sendiri telah mengatakan bahwa dia tidak akan melakukannya.

Hasil pemilu yang menarik ini memberikan perhatian khusus karena eksekutif dikuasai oleh Partai Progresif Demokratik (DPP), sementara badan legislatif dikuasai oleh Partai Kuomintang (KMT).

Lai Cing-te yang akan menggantikan Tsai Ing-wen sebagai presiden menyatakan terima kasih kepada seluruh warga yang telah ikut dalam pemilu, memuji proses pemilihan yang demokratis.

Halaman:

Editor: Nawi.

Sumber: VOA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB