hukum

Putra Syaifudin Zuhri dilaporkan Penganiayaan, Berikut penjelasan Anggota Dewan Surabaya ini

Minggu, 21 April 2024 | 22:00 WIB
Syaifudin Zuhri, anggota DPRD Surabaya (Nawi)

“Anak saya saat itu sepulang ziarah makam Mbah Sunan Drajat di Lamongan bersama teman-temannya. Lalu berpapasan dengan mereka dan dilempari batu. Serpihan kaca bahkan sampai mengenai kepala,” terangnya.

Baca Juga: Wakil Walikota Surabaya Ajak Rajut Persatuan di Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah

Iqbal dan Ifan akhirnya dikejar oleh warga yang memang sama resahnya. Ifan berujung tertangkap lebih dahulu. Sedangkan Iqbal mencoba kabur melalui atap rumah milik warga hingga membuat sejumlah plafon jebol. Dari situ diketahui bahwa keduanya usai pesta miras dan menelan obat-obatan terlarang.

“Pelaku Ifan tertangkap pukul 07.00 pagi oleh warga Kauman. Sebelumnya sempat kabur sampai menabrak portal kampung. Usai menabrak, motornya ditinggal. Lalu keduanya lari ke rawa-rawa yang gelap dan penuh barang bekas bongkaran rumah. Kemudian ditunggu oleh semua warga. Ifan akhirnya keluar tertangkap, disusul Iqbal yang tertangkap pukul 09.00 pagi usai sembunyi di plafon rumah warga,” beber Zuhri.

Setelah tertangkap, orang tua keduanya dipanggil. Di sana saling meminta maaf. Kendati dirugikan, namun pihak Zuhri justru memaafkan. Sebab merasa bersyukur kejadian tersebut tak sampai mencelakai nyawa putranya. Sehingga hanya diberikan arahan agar kejadian serupa tak diulangi.

Baca Juga: Surabaya Siap Rekrut 2.789 ASN 2024: Termasuk PPPK dan CPNS!

“Saya tidak mempermasalahkan karena bersyukur tidak kena mata anak saya, kepalanya, atau penumpang lain yang berada di dalam mobil. Saya pun tidak minta ganti rugi, sudah dimaafkan. Nah sekarang anak saya yang dilaporkan maksudnya itu apa? Mereka yang mabuk dan hampir mencelakai orang. Itu mereka punya niatan mencelakai dan sudah direncanakan, tentu hal ini sangat membahayakan,” kata Zuhri dengan nada kecewa.

Soal pelaporan tersebut, pihaknya lantas menuding ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi tersebut. Apalagi, Iqbal sampai sekarang tak diketahui keberadaannya.

“Yang dilaporkan itu apa, visum apa, wong dia itu lari di rawa-rawa gelap setelah melakukan pelemparan sampai dikejar warga. Kemudian paginya sudah saling minta maaf, keluarganya ngerangkul anakku. Saya merasa ada pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan dalam permasalahan ini,” pungkas Syaifudin. ***

Halaman:

Tags

Terkini