Pengakuan tersebut kini menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik.
Polisi Dalami Pengaruh Obat
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan, polisi belum menyimpulkan apakah obat yang dikonsumsi Yusuf berpengaruh terhadap kecelakaan.
Satlantas Polrestabes Surabaya bersama Dokkes Polrestabes Surabaya masih melakukan pemeriksaan dan menunggu hasil uji laboratorium.
“Kami lakukan uji laboratorium terlebih dulu,” kata Galih.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan digunakan penyidik untuk mengetahui kondisi Yusuf saat mengemudikan Alphard sebelum dan ketika rangkaian kecelakaan terjadi.
Sementara itu, Ghufron, salah satu korban sekaligus saksi mata, mengatakan pengemudi Alphard sebelumnya sudah diminta berhenti setelah kecelakaan pertama.
“Sopir Alphard sebenarnya sudah diminta berhenti dan menyelesaikan masalah,” kata Ghufron.
Namun, menurut dia, permintaan tersebut tidak dihiraukan. Alphard justru terus melaju meski kondisi Jalan Menur Pumpungan sedang padat.
“Sopir Alphard terus memacu kendaraannya, meski kondisi jalan saat itu padat,” ujarnya.
Warga dan pengendara kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya kendaraan tersebut berhasil dihentikan.
Polisi kini masih mendalami seluruh rangkaian kecelakaan, termasuk kondisi Yusuf saat mengemudi, hasil pemeriksaan laboratorium, serta penanganan terhadap para korban.
Galih juga mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh tidak sehat atau setelah mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi kondisi tubuh.
“Agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain di jalan,” jelasnya.(ibank)