Kamis, 4 Juni 2026

Lapas Tenggarong Berikan Pelatihan Menjahit, Warga Binaan Bisa Buka Usaha Saat Bebas Nantinya

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Kamis, 12 Oktober 2023 | 11:03 WIB

NAWACITApost.com  - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong berhasil membina warga binaan menjadi ahli dalam menjahit di tengah kondisi overcrowded yang penuh sesak. Adapun saat ini jumlah narapidana per (11 Oktober 2023) yang ada di Lapas Kelas IIA Tenggarong sejumlah 1441 Orang dengan kapasitas hanya 350 Orang.

Namun begitu, lapas kelas IIA Tenggarong terus berupaya untuk dapat memaksimalkan pembinaan, baik itu program pembinaan kepribadian, maupun program pembinaan kemandirian salah satunya pembinaan pelatihan menjahit.

Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan beberapa warga binaan yang sudah bisa menjahit berbagai macam pakaian, mulai dari baju formal, non formal, dan celana. Tak hanya itu saja, bahkan beberapa warga binaan telah membuka usaha menjahit sendiri saat bebas dari lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Agus Dwirijanto, mengatakan bahwa program pembinaan kemandirian menjahit ini telah berjalan sejak tahun 2019. Program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha setelah bebas.

"Kami menyadari bahwa keterampilan menjahit merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di masyarakat. Oleh karena itu, kami berupaya untuk memberikan pelatihan menjahit yang berkualitas kepada warga binaan," kata Agus Dwirijanto.

Agus Dwirijanto menambahkan bahwa program pembinaan kemandirian ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya tindak pidana berulang. Warga binaan yang memiliki keterampilan akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak setelah bebas.

"Kami berharap program pembinaan kemandirian ini dapat membantu warga binaan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan dapat diterima kembali oleh masyarakat setelah bebas," kata Agus Dwirijanto.

Adapun keberhasilan Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam melaksanakan program pembinaan kemandirian menjahit ini, semoga dapat menjadi contoh bagi lapas lain di Indonesia. Program pembinaan kemandirian merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan warga binaan agar dapat berwirausaha dan hidup mandiri setelah bebas.

Adapun salah satu warga binaan hasil pembinaan program kemandirian adalah Muslimin dan Sabri. Tak sedikit pakaian ataupun celana yang berhasil dibuatnya di Lapas, hasil dari program kemandirian yang telah diikutinya. "kami merasa beruntung, karena dengan program pelatihan ini, dapat menjadi bekal kami saat bebas nantinya" kata Muslimin.

Semoga dengan kegiatan ini dapat menciptakan program pembinaan yang pada akhirnya dapat menjadi jalan penyadar mereka yang telah melanggar hukum dan hidup lebih bermakna di tengah masyarakat saat bebas nantinya.

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini