NAWACITApost.com – Mungkin tidak disadari oleh banyak orang, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik telah menjadi hal umum dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ironisnya, gaya hidup ini dapat membawa berbagai dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Bagi sebagian iorang, gaya hidup sedentari muncul karena terlalu banyak waktu dihabiskan dengan duduk di meja kantor atau selama perjalanan. Setelah pulang ke rumah, waktu masih diisi dengan duduk santai di sofa untuk menghilangkan lelah.
Dalam rutinitas yang begitu padat, berolahraga pun sering kali terabaikan. Akan tetapi, gaya hidup yang kurang aktif seperti ini memiliki dampak serius terhadap kesehatan.
Orang yang menjalani gaya hidup sedentari lebih berisiko mengalami peningkatan berat badan. Ini bisa terjadi jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dikeluarkan oleh tubuh.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan penurunan massa otot. Otomatis, otot yang jarang digunakan akan mengalami pengecilan.
Penelitian menemukan bahwa seseorang yang menghabiskan lebih dari 6 jam duduk di meja kerja memiliki risiko 90 persen lebih tinggi untuk merasakan tekanan psikologis, seperti rasa gelisah, gugup, keputusasaan, atau bahkan kelelahan.
Tidak hanya itu, perilaku menetap seperti menonton televisi atau bermain game elektronik juga dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan. Saat tubuh tidak bergerak, produksi hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati menjadi terganggu.
Sebagai langkah awal untuk mengatasi gaya hidup sedentari, Anda bisa mencoba untuk berdiri, meregangkan otot, atau sekadar berjalan ke toilet setiap 30 menit. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelenturan otot dan menghindari kekakuan. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat mencegah pembatasan kemampuan gerak akibat otot yang kaku.