Kamis, 4 Juni 2026

Diduga Aliran Sungai Cilamaya Jadi Langganan Pembuangan Limbah Dua Pabrik Purwakarta Subang

Photo Author
nurjayakbe, Nawacita Post
- Rabu, 21 Juni 2023 | 11:54 WIB

Karawang, NAWACITA POST.COM - Aliran sungai Cilamaya dari hulu Bendungan Barugbug itu seringkali terlihat berwarna hitam, berbuih dan penuh limbah. Diduga menjadi salah satu aliran sungai pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh oknum perusahaan

Presidium Fordas Cilamaya Berbunga, Deni Pranata, atas kejadian tersebut menyisir atau susur sungai ke sejumlah titik Outfall beberapa perusahaan di wilayah Purwakarta dan Subang sejak Minggu (19/6) kemarin.

Hasilnya, standar PH air di ambang abnormal alias membahayakan. Sehingga tim susur sungai Fordas Cilamaya Berbunga ke titik Outfall beberapa perusahaan yang ada di wilayah Purwakarta dan Subang".

" Dari hasil susur tersebut diperoleh data PH Air 6,3 dan suhu air 26,7°C dengan menggunakan alat PH meter digital. Adapun ketiga titik outfall yang dilakukan pihaknya adalah via pengamatan di PT Sanfu Indonesia, PT Papertech dan PT Assa Paper."

"Kita susur bersama ke sejumlah titik outfall, hasilnya memang limbah masih dibuang sembarangan," ungkap Deni, Rabu (21/6/2023).

Menurut Deni sangat menyesalkan dengan adanya surat Keputusan Gubernur (Kepgub) terkait personil PPK DAS Cilamaya nyatanya selama satu tahun ini memang belum ada pergerakan.

Kemudian mengacu pada peraturan Gubernur Nomor 45 Bab Pengendalian, Pasal 2 Ayat (4), Dalam rangka Pemulihan Das Cilamaya melalui Pengendalian Pencemaran dan atau Kerusakan (PPK) DAS Cilamaya dan PPK DAS Cilamaya mengacu berdasarkan Dokumen Rencana Aksi.

"Sayangnya kami menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum membuat Peraturan Gubernur PPK DAS Cilamaya. Mengingat Pergub Nomor 45 ini hampir mendekati ulang tahun yang Pertama," ujarnya.

Deni, juga menjelaskan jika sampai detik ini tidak ada Peraturan Gubernur (Pergub) dokumen rencana aksi PPK DAS Cilamaya, maka pihaknya menyatakan bahwa semua aturan tersebut hanyalah omong kosong.

"Kami melihat sendiri sejumlah perusahaan di Desa Cipeundeuy Subang, kemudian PT di Ciparungsari Purwakarta dan PT di Cipinang Purwakarta, masih membandel membuang limbah, itu dibuktikan dari hasil lewat outfall yang di susur oleh tim kami," pungkasnya. (Nurjaya Bachtiar).

Editor: nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini