Cianjur, NAWACITAPOST.COM – Dalam rangka perkuat fungsi Pengawasan Orang Asing jelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali November mendatang, Kakanwil Kemenkumham Jabar, Sudjonggo, hadiri Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tingkat Kabupaten Cianjur yang bertemakan "Sinergitas dan Kolaborasi TIMPORA dalam Rangka Optimalisasi Pengawasan Orang Asing di Kabupaten Cianjur", bertempat di Hotel Gino Feruci, Kamis, 26 Oktober 2022.
Baca Juga : Kemenkumham Jabar Gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Audit Kepatuhan PMPJ di Jawa Barat
Tampak hadir Kadivim Jabar, Yayan Indriana, Kakanim Cianjur, Denny Irawan, Kabid Zinfokim, Untung Sukma Wijaya, Kasubid Penindakan Keimigrasian, Usin, Kasubid Intelijen Keimigrasian, Vera Widjajanti, dan pegawai Divisi Imigrasi maupun Kantor Imigrasi Cianjur serta anggota Tim PORA Kabupaten Cianjur yang terdiri dari APH dan Kedinasan terkait di Wilayah Kabupaten Cianjur.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari sinergi dan kolaborasi yang baik di antara instansi yang tergabung dalam TIM PORA terkait dengan keberadaan dan kegiatan orang asing serta pengawasannya di wilayah Kabupaten Cianjur.
-
Kakanwil Kemenkumham Jabar, Sudjonggo, yang hadir membuka kegiatan mengatakan, bahwa penyelenggaraan KTT G20 di Indonesia berdampak pada kegiatan di Kemenkumham khususnya terkait dengan keimigrasian yakni keluar-masuknya orang asing dalam rangkaian kegiatan G20 ini.
“Kantor Imigrasi sebagai UPT di Kanwil, salah satu tugas dan fungsinya terkait penegakan hukum keimigrasian, meliputi pengawasan orang asing dan penindakan terhadap pelanggaran hukum keimigrasian sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 6/2011 tentang Keimigrasian,” kata Sudjonggo.
Kemudian, Sudjonggo pun menjelaskan, “Keberadaan dan kegiatan orang asing di Kabupaten Cianjur memiliki dampak positif bagi ekonomi, karakteristik yang unik sebagai bagian dari destinasi wisata di Indonesia bagi wisatawan mancanegara menyebabkan banyaknya orang asing yang datang ke Cianjur. Namun, di sisi lain, keberadaan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif yang harus diantisipasi”.
“Menjelang penyelenggaraan Presidensi G20, sudah menjadi tugas kita sebagai penjaga pintu gerbang negara harus memberikan kontribusi positif dalam mendukung kesuksesan Presidensi G20. Beberapa ancaman (threat) yang mungkin terjadi saat pelaksanaan KTT G20 antara lain unjuk rasa, kekerasan, perusakan, bencana alam, teror, sabotase, penyadapan, peretasan hingga potensi gangguan dari konflik yang sedang terjadi di beberapa negara. Potensi kerawanan lain yang menghinggapi pertemuan internasional itu yakni terorisme, maraknya pengungsi dan provokasi.” Lanjutnya.
-
“Saya harap melalui rapat ini dapat meningkatkan sinergi diantara berbagai instansi pemerintah untuk aktif berperan dalam kegiatan pengawasan orang asing. Perlu adanya kerja sama keselarasan, keterpaduan, serta kesepahaman yang harus tetap terjaga dan terus dilakukan oleh anggota TIM PORA sebagai upaya untuk deteksi dini dan cegah dini terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing serta berpotensi menimbulkan berbagai gangguan keamanan.” Pungkasnya sekaligus membuka kegiatan secara resmi.