Jumat, 5 Juni 2026

Masyarakat Antusias dalam Kegiatan One Day One Prison’s Product Lapas Atambua

Photo Author
Sitinjak, Nawacita Post
- Minggu, 10 April 2022 | 17:57 WIB

Atambua, NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka memeriahkan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-58 Tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 27 April mendatang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menggelar kegiatan One Day One Prison’s Product, (Kegiatan Pameran Hasil kerajinan WBP). Kegiatan ini merupakan ajang Pengenalan, Pemasaran dan Penjualan Produk Hasil Pembinaan Kemandirian dan Hasil pembinaan Keterampilan WBP dari seluruh UPT Pemasyarakatan kepada Masyarakat.

Produk-produk tersebut merupakan hasil pembinaan kemandirian dalam bidang pertanian berupa Jagung, padi, sayur-mayur dan buah-buahan, serta hasil pembinaan keterampilan berupa bingkai foto, koba (tempat sirih pinang) dan tempat tissue dengan kisaran harga berkisar Rp. 5.000.-(lima ribu rupiah) sampai dengan Rp.100.000.-(seratus ribu rupiah.) Hasil penjualan per hari ini Sabtu 09 April 2022 kurang lebih sebesar Rp. 32.485.000 (Tiga puluh dua juta empat ratus delapan puluh lima ribu rupiah).

-


Dari hasil penjualan produk pembinaan kemandirian tersebut penjualan tertinggi pada hari ini adalah Jagung sebanyak 6.700 kg dengan harga perkilo Rp. 4.000.-(empat ribu rupiah) atau sebesar Rp.26.800.000.-(dua puluh enam juta delapan ratus ribu rupiah) dan beras sebanyak 450 kg dengan harga perkilo Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) atau sebesar Rp. 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT Marciana D. Jone melalui Kepala Lapas Kelas IIB Atambua Edwar Hadi di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan One Day One Prison’s Product ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS1.UM.01.01-323 tentang Panduan Pelaksanaan rangkaian Kegiatan menyongsong Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-58 Tahun 2022 merupakan salah satu cara memperkenalkan produk hasil karya WBP dan meningkatkan partisipasi langsung masyarakat serta memberikan Insentif bagi WBP yang di peroleh dari hasil keterampilan dan pembinaan kemandirian WBP,” selain itu juga menambah PNBP (pendapatan negara bukan pajak) jelas Nya.

Edwar juga berharap agar Warga Binaan yang sudah menuangkan pikiran dan keterampilannya melalui pembuatan produk-produk seperti ini tetap di pertahankan bahkan di tingkatkan.

“Ini merupakan suatu kemajuan bagi saudara-saudara dan keterampilan yang saudara-saudara miliki dapat digunakan untuk hidup produktif di tengah keluarga dan masyarakat nantinya. Dengan karya seperti ini dapat menghasilkan omset yang besar. Jadi tetap dipertahankan dan ditingkatkan,” tandasnya.

Editor: Sitinjak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini