Kabupaten Bogor, NAWACITAPOST.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Jawa Barat, Sudjonggo berikan penguatan dalam rangka rengendalian dan penanganan Covid-19 kepada seluruh pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon melalui Aplikasi Telekonferensi, Kamis, 17/02/2022.
Dalam kesempetan Kepala Lapas Narkotikas Kelas IIA Cirebon secara simbolis menyerahkan Vitamin kepada Perwakilan Pegawai sebagai bentuk telah dilaksanakannya pembagian multivitamin kepada seluruh pegawai Lapas Narkotika Cirebon dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Varian Omicron seperti di instruksikan Kepala Kantor Wilayah dalam Apel Pagi hari senin yang lalu.
-
Dalam laporannya Kepala Lapas Narkotika Cirebon menginformasikan bahwa, “Secara Umum kami laporkan bahwa kondisi Lapas Narkotika Kelas II Cirebon dalam Kondisi aman dan kondusif, isi warga binaan pada hari ini 764 orang dengan jumlah petugas 123 orang, terkait dengan penanganan Covid-19 setelah dilaksanakan penguatan melalui Apel Pagi tanggal 14 lalu, kami telah melaksanakan langkah-langkah penanggulangan dengan menyemprotkan disinfektan dilingkungan kantor, kemudian setelah melaksanakan deteksi pencegahan covid diperoleh hasil 8 orang pegawai positif covid-19 5 orang dengan gejala ringan dan 3 orang tanpa gejala , dan terakhir kami masih mengupayakan dengan pihak terkait untuk melaksanakan vaksin booster bagi pegawai di Lapas Narkotika Kelas II Cirebon ini.” Lapor Kalapas Narkotika Cirebon.
-
Sudjonggo dalam arahanya menyampaikan, “Varian Omicron ini seperti kita ketahui bersama bahwa tidak menimbulkan gejala tapi setelah di PCR ternyata positif, sehingga Protokol Kesehetan harus dijaga dengan ketat dan Langkah pencegahan melalui Isoman harus digalakan sehingga tidak menularkan kepada teman-teman yang lainnya, saya ingatkan untuk selalu hati-hati dan jika ada pelaksanaan PCR harus bekerjasama dengan baik seluruh pegawai melaksanakan PCR begitupun jika ada Vaksinasi semua harus bekerja sama mengikuti Vaksinasi, saling mengerti dan saling memaklumi dalam bermasyarakat.” Terang Sudjonggo.
“Seperti kita ketahui bahwa mungkin Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan utamanya Lapas dan Rutan akan sulit rasanya dilakukan pekerjaan secara Virtual, tapi harap diingat ada anjuran dari Pa Sekjen kita bahwa Kesehetan Masyarakat adalah Hukum tertinggi, dimana masyarakat ini juga termasuk kita para petugas maupun warga binaan yang ada didalam, jika ada yang terpapar utamanya para petugas yang melaksanakan kontak erat dengan warga binaan ini harus bisa dicegah dan harus selalu sehat sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.” Lanjut Kakanwil.
Seperti dengan Pegawai Kanim Depok, Kakanwil juga dalam kesempatan ini menyempatkan untuk berinteraksi dengan 8 pegawai Lapas Narkotika Cirebon yang melaksanakan Isolasi Mandiri, seperti sebelumnya informasi seperti perkembangan yang terjadi selama masing-masing melaksanakan Isolasi Mandiri (Isoman) dan obat-obatan apa saja atau asupan vitamin apa saja yang dikonsumsi selama Isoman menjadi hal yang ditanyakan Kakanwil. “Saya ingatkan kepada teman-teman semuanya, untuk dapat kembali bekerja filter utamanya adalah hasi PCR, setelah hasil PCR menyatakan negatif dan kondisi badan sudah sehat barulah teman-teman kembali dapat bekerja lagi.” Jelas Kakanwil Kepada seluruh peserta penguatan ini.
https://www.youtube.com/watch?v=L4CxlRzI7y0