Baca Juga : Arya Sinulingga Menghambat Program Nawacita Presiden Jokowi
Said pernah menjadi Sekretaris kementrian BUMN sebelum era Jokowi, sementara Refly pernah menjabat Komut di PT Jasa Marga dan Pelindo. Kedua orang ini kental bergabung di kelompok KAMI pimpinan Gatot Nurmantyo.
Baca Juga : Kecam Cara Ahok, Arya Sinulingga Tidak Mendukung Program Nawacita Presiden Jokowi
Kerjaannya kelompok ini memang dipatok menyerang Jokowi. Jadi, secara tak langsung serangan Arya ke Ahok sebenarnya lagi ditunggu-tunggu dua orang ini.
Bahkan, Arya juga secara sadar dan tak langsung sudah menampar Jokowi di ruang publik, khsususnya melalui media sosial.
Terkait Ahok, Presiden Jokowi menempatkan Gubernur Jakarta 2012 -2014 duduk sebagai Komisaris Utama Pertamina memang ditugaskan khusus membersihkan keburukan dan kebusukan pertamina. Dalam hal ini, kontrak-kontraknya yang merugikan.
Dan, Ahok berhasil melaksanakan tugas yang dititahkan Jokowi. Bahkan Megawati Soekarnoputeri pun mendukung penuh langkah Ahok membersihkan praktek-praktek merugikan BUMN plat merah terbesar pemasukannya ke kas negara RI.
Karena Jokowi maupun Megawati tahu, bahwa Ahok pasti melontarkan itu, memiliki data akurat.
Upaya, Arya yang mengatakan Ahok ketinggalan kereta. Mantan Jubir Jokowi - Ma'ruf ini memberi contoh, bagaimana menteri BUMN Erick Thohir adanya Direksi Asabri dan Jiwasraya yang telah mengalami proses hukum.
Soal ini, penggiat media sosial Ade Armando dalam chanel Youtube Cokro TV punya pandangan, bahwa Asabari dan Jiwasraya telah masuk ke ranah hukum, ada pihak Jaksa yang menuntut dan Hakim yang memutuskan. Jadi apa yang ketinggalan kereta? Tegas Ade.
Sementara Ahok, ingin mencegah dan meninjau kembali kontrak-kontrak yang merugikan pertamina.
Arya dalam akun media sosial meminta Ahok agar terkait kontrak-kontrak itu, dibicarakan dulu dengan direksi pertamina.
Ade Armando menyebut hal yang disampaikan Ahok ke publik, terkait adanya kontrak yang merugikan Pertamina sudah tepat. Sebab, pertamina adalah perusahaan negara dan publik. Jadi, publik wajib tahu.
Mungkin Arya berpikir, bahwa Sadi Didu dan Refly Harun yang mendukung pernyataannya. Dianggap menjadi kebenaran baginya. Padahal, Said dan Didu hanya memanfaatkannya. Karena dua orang ini tahu, bahwa Ahok itu identik dengan Jokowi. Sehingga apa yang dilakukan Ahok dan mengundang keributan di ruang publik, menjadi 'gorengan' kelompok anti Jokowi.
Sekali lagi, Arya, Said dan Refy menyerang Ahok. Itu sama dengan menyerang dan menampar Jokowi. Lalu, apakah Arya sudah menjadi gerbong yang anti Jokowi? Netizen dalam kolom komentarnya di akun medsos Arya, membanjiri dengan komentar negatif kepadanya.