Jumat, 5 Juni 2026

Bisnis PCR, Diduga Libatkan Menteri Jokowi? Ketua Jokowi Mania : Harus Mundur dan Diproses Hukum 

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 1 November 2021 | 13:08 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Jumlah rakyat Indonesia yang sudah divaksin lengkap (dua kali) per 30 Oktober 73.290.688 (37 persen lebih) dan terus bertambah setiap harinya. Selain protokol kesehatan (Prokes) lengkap, vaksin juga berguna penangkal virus korona.

Baca Juga : Denny Siregar Bongkar Bisnis PCR dan Mafia Kesehatan


Efek positif dari itu, perlahan tempat-tempat publik mulai dibuka dengan jumlah terbatas, dan prokes tetap diberlakukan.

Lebih jauh dari itu. Penyertaan perjalanan dengan moda transportasi udara. Walaupun sudah divaksin lengkap tetap saja harus di tes Polymerase Chain Reaction (PCR), yaitu pemeriksaan laboratorium lengkap, untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Sedangkan tes antigen menggunakan sampel lendir dari hidung atau tenggorokan yang diambil melalui proses swab.

Terkait dengan syarat PCR itu bagi warga. Seperti dibertitakan Inilah.com (1/11/2021), dengan judul Menteri Jokowi Terlibat Bisnis PCR Harus Mundur. Ketua Jokowi Mania (JoMan), Imannuel Ebenezer biasa disapa Noel  menyatakan kemarahannya, atas mahalnya biaya PCR.  Noel meminta agar menteri, politisi dan konglomerat harus bertanggung jawab di depan Hukum mengenai soal ini.

"1 setengah tahun lalu harga pcr mahal. Bahkan pernah di atas 1.2 juta dj awal Pandemik. Sekarang terbongkar semua, ada kongsi pengusaha dan politisi cari cuan," kata Noel sapaan akrabnya.

Dia menegaskan dalang dan mafia bisnis kesehatan ini harus menyetop aksi cari cuannya. Mereka bisa berbisnis energi, tambang, sawit dll yang tidak merugikan masyarakat terdampak pandemik "Apalagi menterinya yang terlibat. Dia harus mundur," kata Noel.
Aktivis pro demokrasi ini menambahkan, berdasar data didapatnya, ada sejumlah menteri yang bertanggung jawab dari pengadaan PCR ini.

Dugaan keterlibatan menteri, politisi dan konglomerat dalam pengadaan PCR Alkes diungkap di majalah Tempo.

"Data saya ada menteri terlibat. Beruntung bagi kita, Indonesia memiliki Jokowi yang cepat tanggap menurunkan harga pcr hingga di bawah 300 ribu. Di India saja bisa 200 ribu, kenapa di Indonesia tidak bisa," tegas aktivis 98 ini

Noel melanjutkan akan merilis nama nama pejabat dan pengusaha terkait yang bertanggung jawab dengan mahalnya biaya pcr 1.5 tahun terakhir ini
Dirinya menegaskan akan membawa data data tersebut ke lembaga hukum.
" Dari kepala sampai ekor harus tanggung jawab. Siapa pun yang memiskinkan rakyat terdampak pandemik harus dihukum MATI. Saya akan kawal itu apapun resikonya," tandas Noel.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini