Kamis, 4 Juni 2026

Beda Dari yang Lain, Lapas Purwakarta Bekali WBP dengan Pertanian Hidroponik

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Senin, 25 Oktober 2021 | 21:27 WIB
Purwakarta, NAWACITAPOSTBertempat di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwakarta, Nawacitapost.com pada Kamis (21/10) berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala Lapas Purwakarta, Sopiana.

Wawancara tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun kemitraan melalui media informasi, agar masyarakat mengetahui, bahwa banyak program kegiatan yang diberikan Lapas Purwakarta kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pidana.

Mengenai peningkatan kemandirian WBP, Lapas Purwakarta memanfaatkan terbatasnya luas lahan Lapas Purwakarta untuk mencari cara lain untuk bisa bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, yakni budidaya tanaman hidroponik.



Tanaman hidroponik yang dibudidayakan adalah jenis sayuran kangkung dan pakcoy dengan menanamnya bukan di media tanah, tetapi memanfaatkan media air larutan bernutrisi.

Lapas Purwakarta telah memulai tanaman hidroponik sejak 2020 silam, dengan menggunakan pipa paralon 2,5 inci, netpot hidroponik, mesin pompa air dan pupuk.

Selain itu, Lapas Purwakarta juga mempunyai pelatihan tata boga dan pertukangan.

-
-
-
-


Sopiana menjabarkan, jumlah WBP Lapas Purwakarta ialah 405 orang, sedangkan kapasitas hunian 250 oang, maka ini sudah terjadi kelebihan kapasitas.

“Dalam mensiasati over kapasitas, yang pertama saya akan tawarkan WBP yang bukan asli Purwakarta untuk dimutasi ke daerah asalnya. Selanjutnya memperbanyak program asimilasi rumah,” ujar Sopiana.

NAWACITA TV: WAWANCARA EXKLUSIF BERSAMA KAKANWIL JABAR GUNA MENSOSIALISASIKAN PELAYANAN PUBLIK


https://www.youtube.com/watch?v=59itdXV2AiA&t=21s

Sopiana menjelaskan, terkait pemenuhan rohani, untuk WBP yang muslim selalu diadakan sholat berjamaah dan Yasinan tiap malam Jumat. Terkait pemenuhan jasmani, ada fasilitas olahraga seperti tenis meja dan futsal yang bisa digunakan WBP kapanpun.

-


Terkait inovasi Lapas Purwakarta, Sopiana mengatakan, ia membuat program inovasi khusus petugas bernama Pojok Sering (Pojok Self Learning), yaitu aplikasi berbasis web yang berisi peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi yang ada di Lapas.

-


“Diharapkan dengana adanya Pojok Sering, semua petugas bisa menjadi semangat dan pintar, karena semua aturan bisa mereka lihat dan baca dengan mudah,” harap Sopiana.

“Alhamdulillah, dengan aplikasi yang saya buat tadi, mendapat prestasi, peringkat delapan dari 40 peserta se Indonesia,” tambahnya.

Simak berita lainnya di Tiktok NAWACITA


Dalam upaya pemberantasan penyelendupan narkoba, Sopiana menegaskan, ia memperkuat sarana dan prasarana pengawasan di Lapas Purwakarta seperti pemasangan 40 CCTV. Selain itu juga memaksimalkan kepercayaan petugas dalam bekerja. Lapas Purwakarta juga menyediakan kotak penyimpanan handphone untuk petugas Lapas agar tidak membawa handphone pribadi ke blok hunian karena Lapas Purwakarta sudah memfasilitasi handphone khusus.

Baca juga: Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah


Kedepannya, Sopiana berharap, Lapas Purwakarta lekaukan relokasi lahan untuk meningkatkan pelatihan kegiatan WBP karena lahan Lapas Purwakarta saat ini sangat terbatas.

Mengenai pandangannya terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Sopiana mengatakan, Yasonna menteri yang bagus, banyak trobosan yang Yasonna buat dapat membawa perubahan seperti program Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBK/WBBM).

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini