Sabtu, 25 Juli 2026

Preventif Gangguan Keamanan Ketertiban, Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Sidak Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:53 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Penyebab terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban adalah akibat belum dilaksanakannya deteksi dini dengan maksimal. Hal tersebut berdampak terhadap munculnya berita-berita negatif tentang Pemasyarakatan.

Deteksi dini ganggunan keamanan dan ketertiban, Berantas Narkoba, dan Sinergitas dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lain dengan tiga kunci ini yang selalu digaungkan oleh Dirjen Pemasyarakatan Tim Satuan Oprasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Jawa Barat melakukan sidak di Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Kamis (26/08/2021).

Kepala Divisi Pemasyarakatan, Taufiqurrakhman bersama Kepala Divisi Administrasi, Ngadiono Basuki; Kepala Bidang Pelayanan Tahanan Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan, Saifur Rachman; dan Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan Pemasyarakatan, Pengentasan Anak, Informasi Dan Komunikasi, Gunawan Sutrisnadi, memimpin langsung tim Satops.



Taufiqurrakhman menegaskan untuk melakukan penggeledahan secara rutin dan teliti, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

"Lakukan penggeledahan secara santun, teliti, cermat dan tetap sesuai Prokes yang ada," ucapnya saat mengambil apel sebelum razia.

"Tim ini datang bukan untuk mencari kesalahan yang ada di Lapas ini, tapi kami datang untuk membantu dalam hal mendeteksi secara dini sesuai dengan tiga kunci Pemasyarakatan maju," tambahannya.

Ia menjelaskan bahwa WBP bukan penjahat, melainkan manusia yang sedang berproses. Ia berharap WBP tak putus asa, dan menjadi orang yang lebih baik setelah bebas dari Lapas.

" Bagi saya kalian bukan penjahat, tapi hanya tersesat, masih banyak waktu untuk bertobat dan berubah, saya yakin kalian bisa sukses setelah keluar dari sini, kalian belum gagal, orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah mau berubah," ucap Taufiqurrakhman di depan WBP.

Dengan meningkatkan ibadah, fikiran dan hati WBP akan tenang, terhindar dari tindak kejahatan yang merugikan dan merusak kerukunan.

"Tingkatkan ibadah kita semua, insyaallah hati dan fikiran kita bersih dan tenang, tetap jaga kerukunan antar sesama," tutup Taufiqurrakhman.

-


Kemudian disamping itu, Kepala Divisi Administrasi, Ngadiono Basuki menyampaikan pesan untuk warga binaan tetap semangat dalam menjalani aktivitas dengan memperbanyak waktu dengan muhasabah, berfikir positif dan lebih mendekatkan diri pada tuhan.

"Perbanyak waktu merenung, perbanyak waktu untuk mendekatkan diri kita kepada yang menciptakan kita, selalu berfikiran yang positif, ambil hikmahnya, orang terbodoh adalah orang yang menambahkan penderitaan untuk diri nya sendiri," lanjut Ngadiono memberi motivasi kepada WBP.

Hasil penggeledahan dari dua blok hunian tidak ditemukan handphone maupun narkoba dan sembilan WBP yang diambil sampel urine hasilnya negatif.

-


(Emrick)

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Pria Meninggal Mengapung di Sungai Siak

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB