Baca Juga : Kahiyang Putri Jokowi: Semoga Indonesia Lebih Baik Lagi
SEMPAT beredar rumor dan kabar, bahwa menyandang putri Presiden Jokowi, pasti lulus tes. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kala itu, Yuddy Chrisnandi menyatakan bahwa tidak ada hak istimewa bagi siapapun termasuk puteri Presiden, terkait hasil tes CPNS.
Pertanyaannya? Apakah Jokowi sebagai Presiden marah ke Menpan RB, jawabnya tidak. Lalu, apakah Kahiyang menangis dan memarahi ayahnya karena tak meluluskannya menjadi aparatur sipil negara (kala itu CPNS), jawabnya tidak.
Yang dilakukan Kahiyang Ayu, sekolah lagi ke jenjang lebih tinggi dengan mengambil program S2 nya di Institut Pertanian Bogor. Hingga menemukan tambatan hatinya, Bobby Nasution (Walikota Medan), malah sekarang Ibu dari Sedah Mirah Nasution dan Panembahan Al Nahyan Nasution menjadi Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Medan.
Yang Jelas Kahiyang Ayu menerima ketidak lulusan sebagai ASN atau CPNS dengan berdiri tegak dan tidak ngotot.
Terkait Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pegawai KPK menjadi alih status ASN. Novel Baswedan ikut seleksi TWK. Hasilnya Novel tak lulus TWK. Konsekuensinya tak boleh berada di KPK sebagai pegawai dan penyidik.
Novel Baswedan Tak Lulus TWK, Buat Kegaduhan dan Ngotot tetap di KPK.
Bukannya berjiwa besar. Novel tak terima, malah sifat kekanak-kanakan yang ditonjolkan. Selain membuat kegaduhan, malah perlawanan ia lakukan.
Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Abdullah Hehamahua berada dalam pembelaan kepada Novel. Banyak kabar beredar ternyata Samad, Bambang dan Hehamahua menginginkan Novel tetap di KPK agar dapat asupan logistik dari para koruptor atau dari pemberi order.
Seharusnya Novel meniru apa yang dilakukan puteri presiden Kahiyang Ayu, ketika tidak lulus ASN - CPNS, tidak berlaku seperti kanak-kanak.
-