Jakarta NAWACITA - Matan Ketua Umum PPP Rohamurmuziy yang kini jadi tersangka kasus jual beli jabatan di Kementrian Agama (Kemenag), dalam pemeriksaanya menyeret nama politisi lain, yakni Khofifah Indar Parawansa yang tidak lain adalah gubernur Jawa Timur.
Mendengar namanya disebut-sebut ikut terlibat dalam kasus itu, Khofifah mengaku kaget.
Gubernur yang belum lama dilantik oleh Presiden Jokowi itu membantah bila ia disebut telah merekomendasikan Haris Hasanudin sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jawa Timur.
“Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan. Jadi sebaik teman-teman bisa mengkonfirmasi lebih jauh kepada Mas Romi. Saya juga kaget. ” tegas Khofifah.
Mantan Menteri Sosial ini menjelaskan, bahwa suatu kementerian memiliki proses tersendiri dalam proses seleksi suatu jabatan.
Khofifah pun menegaskan, ia tidak memiliki kepentingan sama sekali dalam proses seleksi di suatu kementerian, khususnya Kemenag dalam kasus ini.
"Jadi kalau saat proses open biding kementerian apa, panselnya siapa, saya rasa saya tidak pada posisi yang punya kepentingan untuk tahu. Untuk tahu saja kita tidak kepentingan untuk itu," ujar Khofifah.
Selain itu, Khofifah sendiri mengatakan, tidak mengenal Haris Hasanudin secara personal. Ia mengaku hanya bertemu dengan Haris dalam sejumlah acara.
"Secara personal tidak, tetapi bahwa beliau pernah Kakan (Kepala Kantor) Kemenag Surabaya. Beliau sempat plt, saya sempat ketemu di pengajian sekali, kemudian saya sempat ketemu lagi di raker PIM setelah menjadi gubernur," ujar Khofifah.
Khofifah pun mengatakan, siap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demi membantu komisi antirasuah dalam memberantas korupsi, khususnya di lingkungan pemerintahan.
"Komitmen kita menjaga bahwa dipastikan tidak boleh ada jual beli jabatan, saya rasa semua akan support itu, saya siap menyampaikan klarifikasi," ujar Khofifah.
Khofifah pun mengingatkan, apakah dirinya selama menjabat menteri di era Presiden Gus Dur dan Jokowi pernah terindikasi melakukan permainan jual beli jabatan.
“Gini ya teman-teman, coba merunut ke belakang. Saya ini dua kali menteri yakni di era Presiden RI ke-4 Gus Dur dan era Pak Jokowi. Ibaratnya carilah lubang, apakah selama itu saya terindikasi proses jual beli jabatan?” jelas Khofifah, Sabtu (23/3).
Diketahui, sebelum Rommy diperiksa penyidik, kepada wartawan Romy menyebut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, yang ia lakukan hanyalah menyalurkan aspirasi sebagai seorang anggota DPR RI dan ketua umum Partai. Romy justru mengaku prihatin bila benar ada suap beli jabatan di Kemenag.
Romy bahkan menyebut nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga ikut memberikan rekomendasi terhadap dirinya, bahwa Haris adalah benar-benar orang yang berkualitas dan berkompeten
"Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau Gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'mas Romy, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus'," ujar Romy.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rommy dan Haris ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:00 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 18:24 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 14:06 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 12:23 WIB
Senin, 25 Mei 2026 | 22:01 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 10:13 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 08:47 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:32 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:32 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:42 WIB
Rabu, 13 Mei 2026 | 09:55 WIB
Selasa, 12 Mei 2026 | 15:15 WIB
Senin, 11 Mei 2026 | 18:09 WIB
Senin, 11 Mei 2026 | 14:04 WIB
Selasa, 5 Mei 2026 | 15:31 WIB
Senin, 4 Mei 2026 | 11:43 WIB