Selasa, 2 Juni 2026

Foto Penangkapan di Hotel Peninsula Ditayangkan, Andi Arief Gugat TV One 1 Triliun

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Selasa, 12 Maret 2019 | 17:32 WIB
Jakarta NAWACITA – Andi Arief, mantan wakil Sekjen Partai Demokrat mengau merasa dirugikan dengan pemberitaan tayangan TV One yang menampilkan foto-foto dirinya saat tertangkap di Hotel Menara Penisula Jakarta.
Politikus itu pun bermaksud menggugat TV One berikut pemimpin redaksinya, yakni Karni Ilyas sebesar Rp 1 triliun.

"Saya nanti akan mengambil langkah hukum. Kita akan tuntut Rp1 T," ucap Andi usai konsultasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta, Selasa (12/3).

Meskipun sudah menerima permohonan maaf secara pribadi dari Nirwan Bakrie, selaku pemilik TV One. Namun, Andi tetap saja perkara tidak bisa selesai begitu saja.

Pemberitaan TV One yang menampilkan foto-foto dirinya di Hotel Menara Peninsula, menurut Andi, telah berdampak buruk terhadap keluarganya. Terutama anak-anaknya. Andi merasa sangat dirugikan atas hal itu.

Karni Ilyas sendiri telah memberikan klarifikasi langsung kepada Andi Arief di ruang publik media sosial Twitter. Karni mengaku tak berurusan langsung dengan urusan peliputan. Dia sendiri baru tahu kejadian keesokan siangnya lantaran baru terlelap dini hari.

Diakui Andi bahwa Karni Ilyas bukan wartawan baru. Andi menilai Bang One, kerap dikenal, sudah begitu lama memakan asam garam dunia jurnalistik. Andi mengatakan seharusnya Karni Ilyas tidak memberitakan foto-foto saat ditangkap di Menara Peninsula.

"Jangan mentang mentang dekat sama polisi bisa melakukan ini terhadap saya. Enggak boleh dia. Orang lain biasanya mengalah diginiin sama Karni Ilyas. Sama saya enggak bisa. Mentang-mentang sedang di puncak jawara pers bisa melakukan apa saja kepada masyarakat, tidak boleh," ucap Andi.

"Saya menerima permohonan maaf dari pemiliknya. Tapi dengan Karni Ilyas belum selesai," lanjutnya

Andi menegaskan bahwa publik bisa berasumsi macam-macam dari fotonya yang tersebar dan diberitakan TV One. Terlebih, foto-foto itu juga memuat wanita serta barang-barang lain.

Andi menerangkan segala jenis material yang berkaitan dengan tahap penyelidikan juga tidak boleh disebar. Pers pun, kata dia, tidak berhak memberitakan.

"Juga saya akan coba untuk mempersolakan secara hukum Hotel Peninsula. Hotel Peninsula di berbagai media sudah menghabisi saya juga, sudah membuat trial by the press juga terhadap saya, saya disebutkan berbagai macam juga di sana padahal saya rasa tidak alami," ucap Andi.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini