NAWACITAPOST.COM - Pada tanggal 5 Januari 2024, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan yang viral bahwa Ferdy Sambo tidak pernah tidur dalam sel Lapas Salemba, Jakarta Pusat.
Sebagaimana diungkap oleh Alvin Lim, seorang advokat yang membeberkan bahwa Ferdy Sambo mendapat perlakuan khusus selama menjalani hukuman di penjara.
Klarifikasi tersebut menjadi sorotan dan menggugah perhatian publik terkait kasus dua terpidana kasus pembunuhan berencana, Ferdy Sambo dan Richard Eliezer alias Bharada E.
Menurut Yasonna Laoly, Alvin Lim tidak pernah bertemu dengan Ferdy Sambo saat Sambo berada di Lapas Salemba.
Yasonna Laoly menegaskan bahwa Alvin Lim sakit dan berada di rumah sakit pada periode Ferdy Sambo berada di Lapas Salemba.
"Orang gila itu (yang mengungkap), orangnya (Alvin Lim) enggak ada di situ (saat Ferdy Sambo ada di lapas). Dia (Alvin Lim) kan sakit di rumah sakit," ujar Yasonna.
Baca Juga: Masuk Romokalisari Adventure Land dan KRM dikenai Restribusi, Catat besarannya!
Menanggapi informasi yang disampaikan Alvin Lim, Yasonna memastikan bahwa Ferdy Sambo hanya berada di Lapas Salemba selama lima hari sebelum dipindahkan ke Lapas Cibinong.
Yasonna menekankan bahwa kabar Ferdy Sambo tidak pernah ditahan di sel Lapas Salemba adalah hoaks, dan sejak awal hingga saat ini, Sambo tetap berada di dalam sel tahanan. "(Alvin Lim) asal ngomong aja," tegas Yasonna.
Dalam pernyataan kontroversial yang menjadi viral di media sosial, Alvin Lim menyebut bahwa Ferdy Sambo tidak pernah tidur di dalam penjara di Lapas Salemba, dan tempat tidurnya berada di kantor KPLP di atas, dengan gedung yang dilengkapi dengan AC.
Baca Juga: BLT Permakanan Surabaya 2024, Anggaran APBD Sasar 8.310 Penerima
Namun, Yasonna Laoly membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa Ferdy Sambo tetap berada di sel tahanan. "Hoaks lah, iya (tetap di sel)," tegasnya.
Pernyataan Alvin Lim juga mencakup terpidana kasus pembunuhan berencana lainnya, yaitu Richard Eliezer alias Bharada E. Alvin Lim mengungkapkan bahwa Bharada E hanya datang sesaat di Lapas Salemba, dan namanya hanya sebatas foto-foto yang dikirimkan kembali ke Mabes.
Artikel Terkait
Apel Perdana 2024, Kakanwil Sorta Gaungkan Peningkatan Kinerja
Torehkan Prestasi Tahun 2023 Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat Targetkan 10. 000 Permohonan Kekayaan Intelektual di Tahun 2024
Bangun Zona Integritas, Jajaran Satker Pengayoman Kumham Sumbar Tandatangani Komitmen Bersama
Perkuat Tugas dan Fungsi di Tahun 2024, Divisi Administrasi Kumham Sumbar Gelar Rapat Internal
Tingkatkan Mutu Pelayanan, Klinik Pratama Lapas Banjarbaru Peroleh Sertifikat Registrasi Fasyankes dari Kemenkes RI