Baca Juga: Kick Off WTBOS Di Fabriek Bloc Bangkitkan Warisan Budaya
Hal ini karena penari harus bisa menampilkan gerakan gemulai dan bersemangat dalam satu emosi. Tarian ini ditutup dengan gerakan seperti gerakan awal, yaitu penari memutari panggung atau area tari selama beberapa saat.
Namun pada penutupan tari, kaki penari akan sedikit dihentak-hentakkan sambil terus memutar. Tarian ini diiringi dengan instrumen alunan gamelan. Durasi penampilan tari ini berkisar lima sampai sepuluh menit.
Baca Juga: Menkominfo: Istana Berbatik Ajang Promosi Warisan Budaya Indonesia
Pergelaran tari Klono Sewu secara kolosal pertama kali berlokasi di Alun-alun Kabupaten Jombang. Tari Klono Sewu kala itu ditampilkan sebagai simbolis pembukaan Bulan Berkunjung ke Jombang yang dilaksanakan selama bulan September.
Warisan budaya tari Klono Sewu merupakan suatu ciri khas Kabupaten Jombang yang harus selalu dijaga kelestariannya. Acara-acara pementasan seni tari Klono Sewu akan dapat menguatkan pendidikan karakter cinta budaya lokal pada masyarakat, khususnya generasi muda.
Tarian Klono Sewu juga harus dikenalkan ke pelajar-pelajar, karena banyak anak-anak muda jaman sekarang yang tidak mengenal kesenian tari ini.
Artikel Terkait
Kemenko PMK Dorong Penuh Pengakuan UNESCO Terhadap Reog Ponorogo Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Istana Berbatik Tampilkan Karya Kreatif Warisan Budaya Bangsa
Menkominfo: Istana Berbatik Ajang Promosi Warisan Budaya Indonesia
Kick Off WTBOS Di Fabriek Bloc Bangkitkan Warisan Budaya
7 Destinasi Wisata Aceh, Intip Pesona Alam dan Warisan Budaya yang Tak Terlupakan
Tutup Pelatihan Tenun Baduy, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Lestarikan Warisan Budaya Leluhur
PT Alam Sutera Realty Tbk: Merawat Warisan Budaya Melalui Pengembangan Kawasan GWK di Bali