gaya-hidup

Transformasi Fungsi Waduk Jakarta dari Pengendali Banjir Menuju Destinasi Ekowisata

Rabu, 4 Maret 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi Transformasi Fungsi Waduk Jakarta dari Pengendali Banjir Menuju Destinasi Ekowisata (Ai)

NAWACITAPOST.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menjajaki peluang besar untuk menyulap ratusan waduk, situ, dan embung di ibu kota menjadi destinasi wisata alam atau ekowisata.

Transformasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan aset daerah agar tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Gagasan strategis ini diungkapkan oleh Nelson Kepala Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, dalam diskusi daring Podcast Rabu Belajar pada Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Wamenkop Ajak Gen Z Pulang Kampung, Jadikan KDMP Motor Ekonomi Desa

Menurutnya, integrasi antara konservasi air dan pemberdayaan masyarakat melalui ekowisata adalah langkah realistis di masa depan.

“Pemanfaatan waduk melalui kerja sama dengan masyarakat untuk pembuatan ekowisata sebetulnya sangat mungkin dilakukan ke depan. Namun, untuk saat ini, fokus utama kami adalah menyiapkan mekanisme regulasinya agar implementasinya memiliki payung hukum yang kuat,” ujar Nelson.

Penerapan Konsep Nature-Based Solution (NBS)

Langkah menuju ekowisata ini didukung oleh pergeseran paradigma pengelolaan air di Jakarta. Dinas SDA kini menerapkan pendekatan Nature-Based Solution (NBS) atau solusi berbasis alam. Pendekatan ini mengintegrasikan ekosistem alami dengan infrastruktur buatan agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan dampak lingkungan.

Dalam konsep NBS, waduk tidak lagi sekadar "kolam penampung" beton yang kaku, melainkan dirancang sebagai:

Baca Juga: Perkuat Integritas dan Profesionalisme, Tiga Petugas Lapas Muara Teweh Ikuti Asesmen Satgas Operasi Kepatuhan Internal

  • Ruang Konservasi Air Baku: Menjaga ketersediaan air tanah dan kualitas air permukaan.
  • Ruang Terbuka Hijau (RTH): Menjadi paru-paru kota yang menurunkan suhu mikro di Jakarta.
  • Fasilitas Publik: Dilengkapi dengan jogging track, taman bermain, dan area komunal yang estetis.

Beberapa lokasi yang telah menjadi pilot project dengan sentuhan NBS dan berpotensi kuat menjadi ikon ekowisata baru antara lain:

  1. Ruang Limpah Sungai (RLS) Brigif (Jakarta Selatan)
  2. RLS Lebak Bulus (Jakarta Selatan)
  3. RLS Pondok Ranggon (Jakarta Timur)
  4. Waduk Aseni (Jakarta Barat), yang baru-baru ini dipantau langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Potensi Luas dan Sebaran Aset

Berdasarkan data terbaru Dinas SDA DKI Jakarta, terdapat 147 waduk/situ/embung yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dengan total luas mencapai 437,67 hektare. Total kapasitas tampungannya pun sangat masif, yakni mencapai 14.005.600 meter kubik.

Baca Juga: Hari Berkabung Nasional, Lapas Gunungtua Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Berikut adalah peta sebaran waduk di Jakarta yang berpotensi dikembangkan:

  1. Jakarta Timur, 61 lokasi
  2. Jakarta Selatan, 35 lokasi
  3. Jakarta Utara, 25 lokasi
  4. Jakarta Barat, 23 lokasi
  5. Jakarta Pusat 3 lokasi

Selain aset yang sudah ada, Pemprov DKI juga tengah mempercepat pembangunan waduk baru dengan konsep serupa, seperti Waduk Batu Bangkong, Waduk Bambu Hitam, Waduk Giri Kencana, dan Waduk Lapangan Merah.

Halaman:

Tags

Terkini