NAWACITAPOST.COM - Seperti yang telah diketahui bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) adalah tempat yang dipenuhi dengan aktivitas keseharian santri yang produktif. Salah satu fungsi pondok pesantren yang paling nyata adalah menciptakan teladan sekaligus peladen bagi masyarakat. Dalam hal ini, tentunya lulusan pesantren diharapkan dapat mengabdi kepada masyarakat.
Sebagai upaya mewujudkan hal itu, pondok pesantren Internasional Giri Majdi selalu menyusun rancangan kegiatan keseharian para santrinya.
Lalu, apa sajakah aktivitas keseharian para santri di pondok pesantren Internasional Giri Majdi? Untuk mengetahuinya, simak pembahasannya di bawah ini:
Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Santri Ponpes Gadingmangu Mulai Mudik
1. Kegiatan Sholat Berjamaah
Shalat berjamaah merupakan salah satu aktivitas wajib di pesantren. Tidak boleh ada satupun santri yang bermalas-malasan dalam mengerjakan sholat berjamaah lima waktu.
Ketika sholat sendirian suka merasa berat dan menunda-nunda maka sholat berjamaah akan membuatnya terasa ringan dan bersemangat. Ketika adzan telah dikumandangkan, maka para santri diwajibkan untuk mendatangi masjid dan bersiap untuk sholat berjamaah.
2. Shalat Tahajjud dan Dzikir
Setiap menjelang waktunya sholat tahajjud, para santri selalu dibangunkan untuk menunaikannya. Jika telah mendekati waktu sholat subuh, maka para santri tidak diperkenankan untuk tidur lagi. Untuk mencegah kantuk kembali sembari menunggu waktu subuh, para santri harus berdzikir. Kegiatan sholat tahajjud ini tidak akan terasa berat ketika telah membentuk sebuah kebiasaan.
Baca Juga: Bersama Dosen dari Australia, PBI Giri Majdi Jombang Gelar Halaqah Internasional
3. Tadarus Al-quran
Tadarus al-qur’an juga merupakan salah satu aktivitas sehari-hari para santri di pesantren. Dalam 6 bulan, santri akan ditargetkan untuk dapat menghantamkan al-qur’an. Oleh sebab itu, mereka akan melaksanakan tadarus setiap hari.
4. Mengaji
Di pondok pesantren, santri akan belajar mengenai baca tulis al-qur’an, ilmu tauhid, akidah akhlak, fiqh, nahwu sharaf, kaidah ushul, mantiq, balagah, ilmu tafsir, dan ilmu falaq,Fathul Qorib, tafsir Jalalain, Riyadhus Solihin, Imrithy dan Qowaidul I’rob,
Amtsilatu Tashrifiyyah, Metode Irhamna, Qowaidus Shorfiyyah dan kitab Taqrib. Setiap pesantren telah memiliki kurikulum pendidikannya sendiri, misalnya seperti kelas-kelas pengajian, atau tingkatan kitab yang akan dikaji.
5. Setoran dan Hafalan
Setiap lulusan dari pondok pesantren pasti diharapkan untuk menjadi hafizh atau hafidzah. Oleh sebab itu, hafalan menjadi salah satu program unggulan dari pondok pesantren. Bahan hafalannya sangat beragam, misalnya seperti bahasa arab, ayat-ayat al-qur’an, vocabulary, hingga nadzom-nadzom kitab kuning. Setelah menghafal, santri wajib untuk menyetorkan hafalannya kepada ustadz.
Baca Juga: Ada 6 Rekomendasi Pondok Pesantren Terbaik di Jombang, Nomer 4 Pesantren Bertaraf Internasional
6. Nadzoman atau Lalaran
Lalaran merupakan sebuah kegiatan membaca dan mengulang bait yang terdapat pada kitab dengan cara dilagukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah para santri dalam mengingat pelajaran yang terkandung di dalam kitab.
Sebagian orang juga menyebut kegiatan ini dengan nadzoman, karena bait yang dihafalakn disebut nadzom. Beberapa kitab yang dinadzomkan oleh para santri adalah kitab aqidatul awwam, imrithi, maqsud, alfiyah ibnu malik, dan masih banyak lagi. Dalam kegiatan nadzoman, santri juga perlu melakukan setoran kepada ustadz.