Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘âlâ.”
Baca Juga: Dukung Ekonomi Kreatif, Ganjar Bakal Hidupkan Lagi Bekraf, Jika Terpilih Jadi Presiden
Namun, jika seseorang lupa melakukan niat pada malam hari, masih memungkinkan untuk niat di siang harinya sebelum tergelincirnya matahari (sebelum waktu zuhur) selama belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Lafal niatnya adalah:
"نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى"
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.”
Baca Juga: Catat! Berikut Aturan Baru OJK Soal Tata Cara Penagihan Kredit
Puasa Rajab memberikan peluang besar bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga puasa yang dilakukan diterima Allah SWT. Wallâhu a’lam.