"Jika Tuhan memang yang ini mau, kami keluarga akan layani ODGJ, ambil mereka dari jalan lalu bawa ke rumah kami," paparnya.
"Saya pikir anak-anak nggak mau tapi di luar dugaan ternyata anak-anak sejutu dan dukung orangtua untuk merawat ODGJ," tambahnya.
Setelah mendapatkan dukungan dari keluarga, Ferra mulai merawat ODGJ.
Ferra juga menegaskan bahwa ia meminta waktu dan batasan jumlah ODGJ yang dirawat.
Baca Juga: Penemuan Serangga Baru Nesiophasma di Indonesia, Ini Kata Peneliti
"Saya goal 1 merawat, boleh, nanti ada lagi merawat ODGJ," ucapnya.
Sejak berdiri pada tahun 2011, Yayasan Gerasa yang dipimpin oleh Ferra dan suaminya telah merawat 74 ODGJ orang dewasa.
Ferra menyebutkan bahwa ODGJ yang dirawatnya berasal dari berbagai wilayah, seperti Jabodetabek, Cilegon, Kawarang, hingga Cikampek.
Baca Juga: Temukan Serangga Langka, Anak NTT Jadi Sorotan Dunia
Ferra mengambil ODGJ yang benar-benar terlantar dan tidak memiliki keluarga yang dapat merawatnya.
"Saya cari di Jabodetabek, Cilegon, Kawarang hingga Cikampek," jelasnya.
Ferra juga mengaku bahwa seringkali ia menolak orang-orang yang ingin menitipkan keluarga atau tetangganya yang mengalami ODGJ.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata yang Lagi Hits di Kediri, Ada Arc de Triomphe Ala Paris