"Sering menolak karena rumahnya tak cukup sehingga terbatas merawat ODGJ," katanya.
Ferra melakukan seleksi dengan beberapa tahapan tingkatan untuk mengambil ODGJ, memastikan bahwa mereka yang benar-benar membutuhkan perawatan dan kasih sayang dapat diberikan bantuan.
Menurutnya, ciri-ciri ODGJ melibatkan rambut gimbal, compak camping, ngomong sendiri, mencari-cari sampah, dan seringkali marah-marah.
Yayasan Gerasa yang diprakarsai oleh Ferra bukan hanya sekadar tempat berlindung, tetapi juga merupakan tempat di mana mereka dapat menemukan kehangatan, penghargaan, dan perhatian.
Dengan dedikasi dan kepedulian Ferra, yayasan Gerasa menjadi contoh nyata kebaikan hati dalam merawat dan membantu sesama yang membutuhkan, membawa harapan dan cahaya bagi ODGJ yang terlantar.
Artikel Terkait
Penemuan Serangga Baru Nesiophasma di Indonesia, Ini Kata Peneliti
7 Rekomendasi Wisata Kuliner Ponorogo Terenak Bikin Nagih, Ada Warung Mbok Mingkem hingga Nasi Pecel Mbok Rah
Aksi Heroik Anggota Satuan Lantas Polres Kubu Raya: Menyelamatkan Nyawa dengan Mengorbankan Motor Pribadi
BCL Jalankan Ibadah Umroh, Bulu Mata Sambungnya Jadi Sorotan
10 Artis yang Merayakan Ulang Tahun di Bulan Januari, Ada Idola Kamu?