NAWACITApost.com - Pemaparan polusi udara, seperti asap rokok, debu, dan gas kendaraan, dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Salah satu masalah tersebut adalah penyakit alergi yang sering kali terkait dengan gangguan pernapasan, mulai dari serangan asma hingga batuk kronis.
Polusi udara mengandung zat-zat berbahaya yang dapat memicu gejala pada penderita alergi dan asma. Selain itu, jika zat-zat tersebut dihirup oleh wanita hamil, polusi udara juga dapat meningkatkan risiko bayi yang dikandungnya menderita penyakit asma.
Dampak dari polusi udara juga dapat menyebabkan serangan asma pada pasien yang memiliki riwayat pilek alergi atau gangguan pernapasan, seperti bronkitis kronis. Berdasarkan penelitian, anak-anak yang tinggal di daerah dengan polusi udara yang berat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena alergi dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di daerah dengan kualitas udara yang baik.
Polusi Udara Dapat Menyebabkan Penyakit Alergi
Menurut suatu penelitian, terdapat peningkatan risiko penyakit alergi seiring dengan memburuknya polusi udara. Alergen atau hal-hal yang memicu reaksi alergi ini biasanya terdapat di udara yang kotor.
Jika dihirup, zat tersebut akan memicu tubuh untuk mengeluarkan antibodi pemicu gejala alergi, seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung berair, mata gatal atau berair, dan batuk. Contoh penyakit alergi yang dapat dipicu oleh polusi udara adalah pilek alergi, asma, konjungtivitis alergi, dan alergi kulit.
Data penelitian menunjukkan bahwa sekitar 18% kasus asma muncul setelah penderitanya terpapar udara yang kotor. Paparan polusi dari lalu lintas jalan raya terhadap ibu hamil dan bayi berusia di bawah satu tahun juga dapat menyebabkan penyakit pilek alergi pada anak di kemudian hari.