Kamis, 4 Juni 2026

Fakta Menarik di Balik Rasa Asin Air Laut yang Belum Kamu Ketahui, Apa Aja?

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Sabtu, 24 Februari 2024 | 12:03 WIB
Penyebab air laut asin (Foto: Pexels/Belle Co)
Penyebab air laut asin (Foto: Pexels/Belle Co)

NAWACITAPOST.COM - Bumi, yang sebagian besar terdiri dari lautan dengan persentase mencapai 70 persen, menampung sekitar 96,5 persen dari total persediaan air di planet ini. Namun, ironisnya, air laut yang melimpah ini tidak dapat dikonsumsi karena memiliki tingkat salinitas atau kadar garam yang tinggi.

Menurut informasi dari Woods Hole Oceanographic Institution, air laut mengandung sekitar 3,5 persen garam.

Hal ini membuat air laut lebih padat dibandingkan dengan air sungai yang memiliki tingkat salinitas yang lebih rendah.

Baca Juga: Indah Banget! Wisata Sunrise Point Cukul Bandung, Rasakan Udara Sejuk hingga Spot Instagramable Keindahan Alam yang Memukau

Adapun tiga faktor utama yang menyebabkan air laut memiliki rasa asin, seperti yang dikutip dari National Oceanic and Atmospheric Administration dan CNBC Indonesia, yaitu:

1. Pengikisan Batuan

Batuan adalah sumber utama air laut yang asin. Mineral yang terkandung dalam batuan dilepaskan oleh air hujan yang bersifat asam saat mengikis batuan. Ion-ion ini kemudian mengalir melalui sungai dan mencapai laut.

Organisme menggunakan ion dan mineral ini untuk pertumbuhan mereka, dan sisanya terus menumpuk, meningkatkan kadar garam seiring berjalannya waktu. Mineral yang paling banyak dilarutkan oleh hujan hingga ke laut adalah natrium dan klorida, memberikan air laut rasa asin.

2. Aktivitas Magma

Ketika air laut merembes di celah-celah dasar laut, dipanaskan oleh magma dari inti bumi, proses kimia terjadi. Air kehilangan oksigen, sulfat, magnesium, dan menyerap logam seperti seng, besi, dan tembaga dari batuan sekitarnya. Hasil reaksi ini membuat air laut memiliki rasa asin.

Selain itu, letusan gunung berapi bawah laut juga dapat menyebabkan air laut menjadi asin dengan menyemburkan mineral.

3. Kubah Garam

Kubah garam atau salt dome adalah gundukan garam yang menyusup ke batuan di atasnya. Endapan garam ini terbentuk secara geologis di bawah tanah dan laut di berbagai lokasi di dunia. Kadar garam di dalam air laut berkaitan dengan suhu, penguapan, dan curah hujan. Daerah yang lebih panas cenderung memiliki kadar garam yang lebih tinggi, seperti daerah khatulistiwa, sementara daerah lintang cukup tinggi.

Baca Juga: Kamu Butuh Vitamin Sea? Ini Sederet Pantai di Blitar yang Wajib Kamu Kunjungi, Panoramanya Indah Banget

Halaman:

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini