Minggu, 19 Juli 2026

Lagi Tren! Ini Destinasi Wisata Nostalgic Gateways yang Harus Dicoba untuk Nikmati Momen Indah Masa Lalu

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Kamis, 21 Desember 2023 | 11:59 WIB
Pantai Tanjung Tinggi, Bangka Belitung Salah Satu Destinasi Wisata Nostalgic Gateways (Dok. Kemenparekraf)
Pantai Tanjung Tinggi, Bangka Belitung Salah Satu Destinasi Wisata Nostalgic Gateways (Dok. Kemenparekraf)

NAWACITAPOST.COM - Semakin berkembangnya dunia pariwisata, tren nostalgic gateways menjadi salah satu pilihan destinasi wisata yang menarik bagi para pelancong yang ingin menapaki jejak masa lalu.

Tak lagi sekadar liburan, tren ini mempersembahkan pengalaman yang memikat, mengajak kita kembali ke momen-momen indah bernostalgia yang merayakan kesenangan masa lalu.

Lantas, dimana saja lokasi yang cocok untuk ber-nostalgic gateways?

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Sulawesi Selatan, Jelajahi Keindahan Mengagumkan yang Wajib Kamu Kunjungi

Dikutip dari website resmi Kemenparekraf, berikut sederet pilihan destinasi wisata yang bisa kamu jadikan pilihan. Yuk simak selengkapnya!

1. Pantai Tanjung Tinggi, Bangka Belitung

Pantai Tanjung Tinggi, tempat syuting film Laskar Pelangi (2008), tak hanya menawarkan kecantikan alamnya dengan pasir putih dan air laut yang memikat.

Di sini, kita dapat duduk bersantai di batu granit raksasa yang menjadi ikonik.

Selain itu, di sekitar pantai, terdapat destinasi menarik lainnya seperti Pantai Laskar Pelangi, Pantai Mabai, dan Pantai Paonggarona serta pulau-pulau sekitarnya untuk melanjutkan perjalanan bernostalgia.

2. Pulau Kelor, Kepulauan Seribu

Film Petualangan Sherina 2 (2023) telah membangkitkan nostalgia bagi generasi 90-an dan milenial.

Baca Juga: Ada Amazonnya Jawa Timur, Ini 5 Destinasi Wisata Eksotis di Pacitan

Namun, lebih dari sekadar menontonnya, pengalaman langsung di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, Jakarta, dimana beberapa adegan film tersebut diambil, menjadi suatu keistimewaan tersendiri.

Selain keindahan alamnya, Pulau Kelor menyimpan Benteng Martello, sebuah bangunan bersejarah yang pernah menjadi benteng pertahanan Belanda pada tahun 1850.

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini