Jumat, 5 Juni 2026

Jarang Lakukan Aktivitas, Apakah Bahaya Duduk Terlalu Lama? Ini Penjelasannya

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Jumat, 28 Februari 2025 | 08:26 WIB
Apakah Bahaya Duduk Terlalu Lama? Ini Penjelasannya
Apakah Bahaya Duduk Terlalu Lama? Ini Penjelasannya

NAWACITAPOST.COM - Apakah sebagian besar aktivitas harianmu dilakukan sambil duduk? Hati-hati, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika berlangsung terlalu lama.

Mari simak lebih lanjut bagaimana duduk dalam waktu lama dapat memengaruhi tubuh!

Banyak aktivitas yang tanpa disadari membuat seseorang duduk dalam durasi panjang, mulai dari bekerja di kantor, mengerjakan tugas, hingga bepergian. Bahkan, seseorang bisa menghabiskan lebih dari 6 jam per hari dalam posisi duduk.

Saat duduk, otot tubuh hampir tidak aktif sehingga metabolisme melambat. Kondisi ini mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah, tekanan darah, serta proses pembakaran lemak.

Baca Juga: Bosan di Jakarta Terus? Ini 5 Kota di Indonesia dengan Deretan Tempat Wisata Yang Populer

Jika dibiarkan terus-menerus, efeknya bisa berdampak serius pada kesehatan. Dikutip dari Hallo Sehat, berikut adalah beberapa risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama:

1. Risiko Penyakit Jantung Meningkat

Di dalam tubuh, terdapat enzim lipoprotein lipase yang berperan dalam mengurai lemak dari darah agar dapat diubah menjadi energi.

Namun, saat seseorang duduk terlalu lama, proses ini terganggu, sehingga lemak menumpuk dalam darah. Akibatnya, aliran darah bisa tersumbat dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Rentan Terkena Diabetes Tipe 2 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia mengungkap bahwa kebiasaan duduk dalam waktu lama dapat memicu resistensi insulin, kondisi yang membuat tubuh sulit mengontrol kadar gula darah. Hal ini menyebabkan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2.

3. Overweight dan Obesitas 

Kurang bergerak dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan, yang tanpa disadari membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori.

Jika pola makan ini tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, lemak akan semakin menumpuk dan berisiko menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

4. Otot Melemah 

Saat berdiri atau bergerak, otot-otot tubuh aktif bekerja, terutama otot perut dan kaki.

Namun, ketika duduk terlalu lama, otot-otot ini tidak digunakan sehingga menjadi lemah dan kurang fleksibel. Akibatnya, tubuh menjadi kurang bugar dan lebih rentan mengalami cedera.

5. Penurunan Fungsi Otak 

Meskipun duduk memungkinkan seseorang bekerja dan berpikir, kurangnya aktivitas fisik dapat memperlambat aliran darah serta oksigen ke otak.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini