NAWACITAPOST.COM — Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sempurna akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kondisi kritis akibat paparan asap.
Satwa langka tersebut ditemukan terkapar tak berdaya di dalam parit kering kawasan perkebunan kelapa sawit Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengonfirmasi kematian orangutan jantan dewasa tersebut setelah sebelumnya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 07.00 WIB.
"Ia tak mampu berdiri. Gerakannya terbatas. Napasnya berat, seolah setiap tarikan udara menjadi perjuangan terakhir," ujar narasi laporan penyelamatan di lapangan.
Merespons laporan warga, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI langsung bergerak ke lokasi untuk menyelamatkan Sempurna.
Petugas medis segera memberikan terapi oksigen dan cairan di tempat kejadian sebelum mengevakuasi tubuhnya guna mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Namun, upaya penyelamatan tersebut berpacu dengan waktu. Menjelang sore, kondisi klinis Sempurna memburuk secara drastis; napasnya kian dangkal dan saturasi oksigennya tidak lagi terdeteksi.
Tim medis sempat melakukan tindakan cardiopulmonary resuscitation (CPR) untuk mengembalikan detak jantungnya, tetapi nyawa satwa tersebut tidak dapat tertolong.
Hasil pemeriksaan medis atau nekropsi usai kematian menunjukkan adanya perubahan patologis signifikan pada organ dalam Sempurna, meliputi paru-paru, jantung, dan ginjal. Secara spesifik, pada bagian paru-paru ditemukan kondisi kongesti dan atelektasis parsial.
Berdasarkan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan tersebut, paparan asap diduga menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap gangguan pernapasan berat hingga memicu kekurangan oksigen akut pada tubuh Sempurna.
Kematian Sempurna menjadi cerminan nyata atas ancaman kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan yang kian mendesak.
Tanpa perlindungan dan ruang hidup yang aman, satwa liar terus berada di garis depan menjadi korban yang tidak mampu menyuarakan penderitaannya.(Armend)