NAWACITAPOST.COM – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif di Jawa Timur, siap menyelenggarakan "Jatim Emas Exhibition Fair (JEEF) 2024" di Atrium Grand City Surabaya pada 6-10 November 2024.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang bisnis, tetapi juga sebagai bentuk perayaan HUT ke-79 Provinsi Jawa Timur serta Hari Pahlawan.
Ketua Panitia JEEF 2024, Lutfi Nurzaman, menjelaskan kepada media bahwa tema “emas” dalam pameran ini mengacu pada visi Jawa Timur untuk membentuk “Generasi Emas 2045”, yaitu generasi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. “Jatim Emas Exhibition Fair ini adalah bagian dari upaya menyongsong generasi emas Jawa Timur tahun 2045, sekaligus memperingati ulang tahun provinsi dan Hari Pahlawan,” ungkap Lutfi saat jumpa pers, Senin (4/11/2024).
Baca Juga: Diduga Monopoli, MAKI Jatim Minta Pengadaan EO Pameran Jatim Ditinjau Ulang
Lutfi juga menekankan bahwa JEEF 2024 tidak hanya berfokus pada UMKM dalam bidang kuliner, fashion, dan kerajinan tangan, tetapi juga merangkul pelaku ekonomi kreatif dari subsektor yang selama ini jarang mendapat kesempatan, seperti tata rias, hairstyling, dan jasa kecantikan lainnya. “Kami ingin memberi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif yang jarang tersentuh pameran besar. Ini juga sebagai bentuk pengakuan bahwa mereka adalah bagian penting dari roda ekonomi Jawa Timur,” tambahnya.
Edukasi dan Perlindungan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Tidak hanya memamerkan produk dan jasa, JEEF 2024 juga akan menjadi sarana edukasi bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memahami hak dan fasilitas yang mereka miliki sebagai pelaku usaha. Lutfi mengungkapkan banyak pelaku usaha di sektor ini yang belum mengetahui hak-hak mereka terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) atau manfaat BPJS Ketenagakerjaan, seperti perlindungan kerja untuk wiraswasta dan pekerja informal.
“Kami ingin agar para pelaku ekonomi kreatif ini memahami bahwa mereka juga berhak mendapatkan NIB dan BPJS Ketenagakerjaan, yang penting untuk melindungi mereka dari risiko kecelakaan kerja,” ujar Lutfi. Ia menambahkan bahwa melalui pameran ini, MAKI dan Pemprov Jatim ingin meningkatkan kesadaran mengenai perlindungan tenaga kerja bagi pelaku ekonomi kreatif di Jawa Timur.
Baca Juga: MAKI: Praktek Monopoli APBD Jatim Harus Diakhiri, KPPU Segera Bertindak
Pameran yang Kaya Hiburan dan Edukasi
Acara yang berlangsung selama lima hari ini menargetkan sekitar 2.000 pengunjung per hari, dengan total target 10.000 pengunjung. Selain menjadi ajang pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif, JEEF 2024 juga dirancang agar sarat akan hiburan dan edukasi publik. Pameran akan diisi oleh berbagai atraksi, mulai dari hiburan musik, edukasi layanan publik langsung, hingga deklarasi anti-bullying yang akan melibatkan siswa dari jenjang PAUD, TK, hingga SMA.
“Bulan November ini juga diperingati sebagai bulan anti-kekerasan terhadap perempuan, yang sangat relevan mengingat banyak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Jatim adalah perempuan. Oleh karena itu, dalam pameran ini kami akan mengadakan deklarasi anti-kekerasan terhadap perempuan, agar mereka merasa aman dalam peran produktif mereka di masyarakat,” papar Lutfi. Ia berharap kegiatan ini dapat menambah semangat dan rasa aman bagi perempuan pelaku usaha di Jawa Timur.
Artikel Terkait
MAKI Jatim Dapat Suntikan Dana dari Pengusaha Besar, Kotak Kosong Semakin Menguat
MAKI Jatim Endus 'Dugaan' Transfer Ratusan Miliar dari Bank Jatim ke Rekening Pribadi di Bank BNI, Diduga Atas 'Perintah'
Seribu Porsi Bakso Tetelan Gratis dari MAKI Jatim, Meriahkan Perayaan Jatimphoria ke-79
Kasus Korupsi Hibah: MAKI Minta KPK Usut Tuntas Keterlibatan Kadis Kominfo Jatim
Heru MAKI: Kebijakan Sekdakab Jember 'Goblok', Siap Gugat Hukum
MAKI Jatim: Parodi Demokrasi di Debat Pilkada Surabaya 2024