NAWACITAPOST.COM — Suasana khusyuk dan penuh keharuman spiritual membuncah di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu (27/9/2026).
Ratusan jamaah yang memadati pelataran tampak larut dalam kekhidmatan Tabligh Akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah momentum bersejarah yang kian bermakna saat Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara resmi menandatangani prasasti peresmian Masjid Jami Al-Khairiyah.
Peresmian sarana ibadah tersebut menjadi simbol kuat dari denyut nadi kebersamaan dan spiritualitas warga setempat.
Dalam momen yang diselimuti kehangatan persaudaraan tersebut, keberadaan Masjid Jami Al-Khairiyah tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat sujud dan mengagungkan nama Allah SWT, tetapi juga disiapkan menjadi benteng silaturahmi serta pusat penggerak kepedulian sosial masyarakat.
Namun, di balik kekhidmatan ritual keagamaan tersebut, getaran empati kemanusiaan yang menembus batas wilayah justru menjadi sorotan utama.
Sebelum goresan penanya meresmikan prasasti masjid, Tri Adhianto membeberkan catatan membanggakan mengenai aksi solidaritas warga Kota Bekasi untuk para korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Momen HJKB 216: Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Akselerasi Transportasi Publik Cekungan Bandung
Hingga kini, akumulasi dana kemanusiaan yang berhasil dihimpun Pemerintah Kota Bekasi telah menembus angka fantastis, yakni sekitar Rp2,1 miliar.
Kecamatan Mustikajaya pun mencatatkan tinta emas dalam gerakan kepedulian ini.
Dari total dana yang terkumpul, kontribusi warga Mustikajaya menorehkan angka sekitar Rp120 juta—sebuah capaian luar biasa yang menempatkan wilayah ini sebagai salah satu penyumbang donasi tertinggi di antara kecamatan lainnya di Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas besarnya kepedulian serta nilai-nilai persaudaraan yang ditunjukkan oleh warganya.
“Alhamdulillah, kepedulian masyarakat Kota Bekasi sangat luar biasa. Khususnya Mustikajaya, bantuan yang terkumpul sekitar Rp120 juta dan menjadi salah satu yang tertinggi. Ini menunjukkan bahwa ketika saudara kita sedang mengalami musibah, kita tidak tinggal diam dan ikut merasakan apa yang mereka alami,” ujar Tri.
Di tengah gema kebersamaan tersebut, Tri juga menyelipkan pesan mendalam agar iklim kondusif, kedamaian, dan kerukunan antardesa serta lingkungan terus dirawat secara konsisten.
Menurutnya, fondasi kemasyarakatan yang kokoh berakar dari rasa kekeluargaan yang saling menopang.
“Saya berharap masyarakat Mustikajaya terus hidup rukun, menjaga kedamaian dan mempererat tali kekeluargaan. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan lingkungan yang positif, nyaman dan sejahtera bagi semua,” katanya.
Melalui peresmian Masjid Jami Al-Khairiyah ini, harapan besar kini tertumpu agar rumah ibadah tersebut dapat memperkokoh perannya secara holistik: menjadi oase spiritual yang menyejukkan sekaligus ruang sosial tempat menyemai benih silaturahmi, kebersamaan, dan aksi nyata kepedulian antar-sesama.
Artikel Terkait
Diduga Hancurkan Kawasan Hutan Lindung di Batam, Polhut Temukan Pelanggaran Berat Pengembang
Ingkar Janji Kavling Relokasi, PT SBS Diduga Intimidasi Warga Teluk Bakau Lewat SP1 Sepihak!
Alami Intimidasi Psikis, 271 KK Korban Konflik Lahan Nongsa Minta Perlindungan Walikota Batam
Indonesia Kehilangan Sang Maestro Seni: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Duka Nasional: Jenazah Guruh Soekarnoputra Dikebumikan di Samping Makam Ibunda Fatmawati