NAWACITAPOST.COM — Pelaksanaan sunatan massal gratis yang diinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Dramaga, Bogor dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Kamis (21/5/2026), mendadak diwarnai ketegangan. Saling silang pendapat sempat pecah di lapangan antara panitia KNPI dan pihak Humas RS KBP.
Ketegangan bermula ketika perwakilan rumah sakit dinilai mengintervensi ruang tindakan dan mencoba mengatur teknis acara secara sepihak. Padahal, menurut panitia, seluruh persiapan hingga eksekusi acara dilakukan secara mandiri oleh KNPI bersama relawan tanpa kontribusi nyata dari pihak rumah sakit sejak awal.
Muhamad Syukron Anugrah Ketua KNPI Kecamatan Dramaga, menyayangkan tindakan tersebut. Ia menilai intervensi di tengah berjalannya aksi sosial adalah tindakan yang tidak etis dan mengganggu fokus para relawan yang sedang melayani masyarakat.
“Ketika kami berjibaku mencari peserta, melakukan verifikasi, sampai menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan, tidak ada keterlibatan nyata. Tapi saat acara berjalan justru datang dan mencoba mengatur teknis di lapangan. Itu yang membuat panitia kecewa,” tegas Syukron.
Sentilan Balik KNPI: Buktikan Antusiasme Warga Membludak
Tak hanya masalah intervensi teknis, Syukron juga menyoroti pernyataan sebelumnya dari Humas RS KBP yang sempat meremehkan upaya penjaringan peserta. Pihak rumah sakit disebut sempat melontarkan kalimat bahwa mencari peserta sunatan massal di wilayah tersebut "bagai mencari jarum di tumpukan jerami."
Pernyataan itu pun langsung dipatahkan oleh fakta di lapangan. KNPI Dramaga mencatat antusiasme masyarakat justru sangat tinggi, sekaligus menjadi tamparan keras bagi pihak yang menganggap layanan kesehatan gratis sepi peminat.
- Total Pendaftar: 140 anak dalam waktu singkat.
- Lolos Verifikasi: 55 peserta (diprioritaskan untuk anak yatim piatu dan keluarga berpenghasilan di bawah UMR).
- Kondisi Lapangan: Banyak pendaftar terpaksa ditolak karena keterbatasan kuota.
“Ini bukti bahwa masyarakat bawah masih sangat membutuhkan bantuan. Jadi jangan bicara seolah kegiatan sosial seperti ini tidak dibutuhkan warga. Kalau ada yang bilang sulit mencari peserta, berarti tidak benar-benar melihat kondisi masyarakat di bawah,” ungkap Syukron.
Bukan Sekadar Seremonial
Dari hasil pendataan langsung ke perkampungan warga, KNPI menemukan fakta miris bahwa banyak orang tua terpaksa menunda khitan anak mereka murni karena kendala ekonomi. Oleh karena itu, KNPI Dramaga menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar pajangan spanduk atau seremoni tahunan HJB.
Meski sempat diwarnai gesekan emosi, pelaksanaan sunatan massal tetap berhasil dirampungkan dengan kondusif berkat semangat gotong royong dan swadaya penuh organisasi.
Di akhir keterangannya, Syukron melayangkan kritik tajam yang menohok bagi para pelaku usaha di wilayah Dramaga agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Baca Juga: Drama Anggaran Bandar Lampung: Kepala BPBD Misterius, Publik Tanya Dimana Kantornya?
“Jangan sampai organisasi kepemudaan yang bergerak dengan keterbatasan justru lebih hadir untuk masyarakat dibanding pihak-pihak yang setiap hari menjalankan usaha dan mencari keuntungan di wilayah Dramaga,” pungkasnya.(Jhon khodir)
Artikel Terkait
Air Kali Rawalumbu Berubah Warna, DLH Kota Bekasi Gerak Cepat Selidiki Dugaan Tumpahan Cat
Digitalisasi Pengawasan WNA, Imigrasi Belawan Gandeng Perusahaan Optimalkan Aplikasi APOA
Misteri Rp4 Miliar: Korban Banjir Padangsidimpuan Tolak Pembangunan Rumah dari Yayasan Sebelum Dana Negara Diaudit!
Masa Depan Dirampas: Remaja di Tapsel Hamil, Dua Pria Dilaporkan Atas Dugaan Asusila Berulang!
Misteri "Kadis Gaib" Pesawaran: Abaikan Instruksi Presiden, Sulit Ditemui Saat Anggaran Miliaran Dipertanyakan