Jumat, 5 Juni 2026

Hasil Sidak di RS Pelabuhan, Kepala BP2MI Benny Rhamdani : MCU untuk Calon PMI Diberlakukan Kloter

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 1 November 2023 | 22:26 WIB
Foto : Tangkapan layar Facebook Kepala BP2MI, Rabu (1/11/2023).
Foto : Tangkapan layar Facebook Kepala BP2MI, Rabu (1/11/2023).






NAWACITApost - Karpet merah, dalam artian ujung rambut dan ujung kaki bukan hanya berlaku bagi pekerja migran Indonesia (PMI), tetapi calon PMI yang akan berangkat dan bekerja ke negara tujuan pun diterapkan.





Itulah yang dilakukan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melakukan sidak di Rumah sakit (RS) Pelabuhan. "Sidak hari ini, untuk memastikan proses Medical Check Up (MCU) untuk calon Pekerja Migran Indonesia di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta berjalan dengan baik. Saya menemukan beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan. Karena menumpuk dalam proses pemeriksaan kesehatan, maka kita akan mengatur sistem kloter. Agar antirannya efektif, mereka tidak berpuasa terlalu lama dan tidak menunggu lama, Jakarta, Rabu (1/11/2023), yang dimuat di Facebook resmi Kepala BP2MI, hari ini.





Lanjut Benny, terdapat 138 orang calon Pekerja Migran Indonesia yang melakukan MCU. Saya melihat sudah banyak perubahan dan kemajuan, Alhamdulillah mereka terlayani dengan baik. Walau begitu tetap ada perbaikan pelayanan yang harus kita lakukan. Mereka begitu antusias untuk bekerja ke Luar Negeri secara resmi.





Sidak ini juga menindaklanjuti perintah saya dalam Rapim BP2MI, terkait case meninggalnya Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan. Dimana Pekerja Migran Indonesia yang telah dinyatakan fit, dan pada pemeriksaan kesehatan pemerintah Korea juga fit sedihnya pekerja migran tersebut meninggal karena mengidap penyakit tertentu, tegasnya.





Itu sebabnya, saya minta MCU diperketat. Saya juga berdiskusi dengan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta, mereka menyampaikan problem tersebut terjadi karena adanya ketidakterbukaan pasien.





Sesuai keterangan Dokter karena saking ingin bekerja ke Luar Negeri sehingga calon Pekerja Migran Indonesia saat pemeriksaan kesehatan ia tidak jujur. Tidak menyampaikan riwayat penyakitnya. Itu sebabnya, kejujuran pasien atau calon Pekerja Migran Indonesia sangat penting.


Halaman:

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini