Jumat, 5 Juni 2026

Tindaklanjuti Program Ketahanan Pangan dan Tinjau Pipanisasi, Pangdam V Brawijaya Datangi Kabupaten Nganjuk

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 27 Mei 2024 | 20:16 WIB
Pangdam V Brawijaya ketika penanaman jagung dan meninjau konsep pipanisasi di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk  (Foto Sakera Nawacita )
Pangdam V Brawijaya ketika penanaman jagung dan meninjau konsep pipanisasi di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk (Foto Sakera Nawacita )

Menurut Rafael Granada Baay dengan pipanisasi tersebut, luas area akan bertambah, terutama pada lahan jagung yang mana saat ini program bapak KSAD, membuka lahan jagung perwilayah itu 200 hektar.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay ketika menanam jagung secara simbolis di Dusun Dusun Sobo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk (Foto Sakera Nawacita )

"Salah satu hari ini yang kita laksanakan penanaman jagung, yang mana sudah dilaksanakan tadi, yang sudah pendahuluan penanaman 25 hektar, kemudian hari ini simbolisnya," kata eks Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 074 Warastratama itu.

Baca Juga: Jelang HUT TNI ke-77, Ribuan Pecinta Sepeda Onthel Geruduk Kodim 0810/Nganjuk

Masih bersama Rafael Granada Baay, diharapkan setiap wilayah, di Jawa Timur ini kita bisa menanam jagung bisa perwilayah itu 200 hektar, sehingga terjadi penambahan, karena tahun 2023 kita sudah melaksanakan panen jagung Jawa Timur itu terbesar.

"Jawa Timur menghasilkan jagung tahun 2023 itu 755.000 hektar, sehingga dengan kita buka ini 200 hektar perwilayah, ada 38 Kabupaten Kota, harapan kita akan meningkat, kita akan mengejar sampai bisa 800.000 bila perlu kita bisa dapat sampai 1.000.000 hektar, harapan kita ke depan," ungkap pria kelahiran Tidore, Maluku 25 Juni 1971 ini.

Baca Juga: Kembali Gelar Event, Kodim 0810/Nganjuk Meriahkan HUT TNI ke-77

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay ketika membuka kran air untuk dialirkan ke perkebunan petani Dusun Sobo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk (Foto Sakera Nawacita )

Rafael Granada Baay menjelaskan, dengan program ini, sehingga Jawa Timur termasuk salah satu lumbung jagung, untuk bangsa Indonesia.

"Untuk pipanisasi kurang lebih jarak dari titik nol kita pasang yang dimana kami dibantu oleh tim ahli, menuju ke titik saluran menuju ke kebun-kebun itu 1650 meter yang sudah terpasang pipa, kemudian yang satunya kemudian dari sini sampai ke Desa yang satunya, itu nanti kurang lebih 1450 meter," terang jenderal bintang dua yang berasal dari Korps Baret Merah itu.

Baca Juga: Antisipasi Kebencanaan, Kodim 0810/Nganjuk Gelar Kegiatan Pembinaan Masyarakat Tanggap Bencana

Rafael Granada Baay mengungkapkan, sebenarnya tidak ada kendala untuk pipanisasi, bahkan ini justru meningkat hasil yang lebih bagus, nah tentunya dengan konsep pipanisasi kita mencari titik-titik tertinggi sumber air.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay ketika cek lokasi titik nol pipanisasi (Foto Sakera Nawacita )

"Nah dari titik tertinggi itu, kita akan turunkan menuju seluruh perkebunan - perkebunan masyarakat, karena mendapat tegangan gravitasi, kalau dia turun kemudian mendapat tekanan naik itu adalah dapat dari gravitasi untuk menuju ke seluruh area perkebunan," papar pria yang mengawali karier militernya dari kesatuan Infanteri Kopassus itu.

Baca Juga: Jelang Sertijab Dandim, Tim Verifikasi Dari Korem 081/DSJ Kunjungi Kodim 0808/Blitar

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini