Jumat, 25 September 2026

Ketika Ayat Al-Qur’an Bertemu Kreativitas Anak Muda di Festival Syariah Jatim

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 25 September 2026 | 23:55 WIB

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Ayat Al-Qur’an tak selalu harus disampaikan lewat mimbar. Di tangan generasi muda, pesan keagamaan bisa menjelma menjadi karya visual yang kreatif dan dekat dengan dunia mereka.

Semangat itulah yang muncul dalam Festival Syariah 2026 Jawa Timur melalui lomba kaligrafi kontemporer tingkat SMA dan sederajat. Sebanyak 30 pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur ikut menuangkan kreativitasnya dalam ajang tersebut.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Agung Budi Laksono, menyebut kaligrafi dapat menjadi salah satu bentuk syiar Islam yang dikemas dengan bahasa visual.

“Lomba kaligrafi ini kalau kami melihat adalah sebagai syiar juga. Jadi, tidak hanya kalimat dalam Al-Qur'an, ayat-ayat suci Al-Qur'an yang kita baca, tetapi bisa juga kita syiarkan dalam bentuk visual yang lain,” ujar Agung.

Menurutnya, cara generasi muda menyampaikan pesan terus berkembang. Karena itu, nilai-nilai keagamaan juga dapat dikemas melalui karya visual agar lebih mudah diterima oleh kalangan muda maupun masyarakat luas.

“Sekarang perkembangannya sudah banyak berbeda dengan dulu. Tidak hanya membaca, tapi mungkin bisa ada syiar dari gambar, dengan arti-arti tertentu sehingga mempunyai nilai, mempunyai pesan-pesan yang bisa disampaikan oleh para generasi muda bagi kalangannya juga dan bagi masyarakat pada umumnya,” jelasnya.

30 Pelajar Adu Kreativitas

Lomba tersebut tidak hanya menarik peserta dari Surabaya. Pelajar dari sejumlah daerah ikut ambil bagian, antara lain Jombang, Pasuruan, Gresik, Malang, Lumajang, Sidoarjo hingga Bangkalan.

Total terdapat 30 peserta yang terdiri dari pelajar putra dan putri.

“Jumlah peserta ada 30. Jawa Timur,” kata Agung.

Peserta dari Surabaya dan Sidoarjo menjadi salah satu kelompok yang cukup banyak. Faktor jarak dan akses menuju lokasi kegiatan disebut menjadi salah satu alasannya.

“Kalau peserta, saya lihat ini masih di wilayah Surabaya dan Sidoarjo karena mungkin terdekat,” ujarnya.

Bukan Kaligrafi Biasa

Yang menarik, kompetisi ini mengangkat kategori kaligrafi kontemporer. Peserta tidak sekadar dituntut menulis ayat dengan indah, tetapi juga diberikan ruang untuk menerjemahkan pesan tersebut melalui pendekatan visual yang kreatif.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini