Jumat, 5 Juni 2026

Pengusaha Wanti-wanti Ekonomi 2024 Diprediksi Lebih Lambat, Ini Biang Keroknya!

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 30 November 2023 | 09:03 WIB


NAWACITApost.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) telah mengumumkan proyeksi menarik terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2024. Namun, bayangan kemungkinan ekonomi yang lebih lambat dari tahun sebelumnya menjadi fokus sorotan.





Proyeksi ini membangkitkan perhatian akan potensi penghambat pertumbuhan ekonomi dan biang kerok yang bisa memperlambat laju ekonomi Indonesia. Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, dalam pernyataannya menggarisbawahi bahwa proyeksi tersebut tergantung pada sejumlah faktor krusial.





Dalam skenario terbaik, proses transisi kepemimpinan berjalan lancar, fondasi ekonomi tetap optimal, dan ketiadaan guncangan dari luar, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di sekitar 5% atau sedikit lebih tinggi. Namun, proyeksi tersebut juga mengandalkan pada kontrol inflasi yang tidak melebihi 3,5% serta stabilitas nilai tukar dan harga komoditas global.





Harapan untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak lebih dari Rp15.500. Namun, prediksi potensi penguatan nilai tukar bakal terjadi di paruh kedua tahun 2024.





“Nilai tukar bisa menguat pada paruh kedua tahun 2024 atau setidaknya di kuartal IV/2024 karena meningkatnya kepastian iklim usaha pasca terpilihnya pemimpin negara yang baru,” kata Shinta, dilansir dari Bisnis, Kamis (30/11/2023).





Shinta juga menekankan bahwa pencapaian proyeksi ini memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait guna memastikan aktivitas ekonomi berjalan normal. Kendati demikian, tantangan terbesar yang dihadapi adalah kepercayaan terhadap iklim usaha dan investasi.





Implementasi kebijakan yang sering kali tidak sejalan dengan yang tertulis menjadi titik lemah, yang dapat merusak kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi. "Sehingga underlying trust-nya yang susah payah diciptakan di masa non-transisi akan semakin sulit diciptakan pada fase transisi," katanya.


Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini