NAWACITApost.com - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggelar seminar Nasional 'Replikasi Sukses UMKM dan Koperasi Bagi Wirausaha Perempuan dan Pemuda di Indonesia" yang bertempat di Aula Hetitage Kantor Kemenko PMK, Senin (27/11/2023).
Seminar ini di buka oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Woro Srihastuti Sulistyaningrum. Seminar ini di selenggarakan sebagai upaya penting dalam rangka mendukung dan mendorong pengembangan UMKM serta koperasi di Indonesia.
Pertumbuhan perekonomian Nasional di Indonesia tidak hanya di bangun oleh Pemerintah, secara konteks kontribusinya terhadap produk domestik bruto kurang dari 20% sisanya 80% digerakkan oleh rakyat yang tergabung dalam koperasi.
"80% itu digerakkan oleh rakyat rakyat ini ya tentu ada golongan usaha swasta ada golongan usaha Badan Usaha Milik Negara atau kalau berdasarkan golongan besar usaha termasuk di sini ada usaha besar dan yang tidak kalah pentingnya adalah usaha mikro kecil menengah dan tentu saja mereka yang tergabung dalam koperasi" Kata Staff Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta.
Berdasarkan laporan dari Kementerian Koperasi kurang lebih jumlah total UMKM di Indonesia ada sekitar 64 juta dan 99,9% itu adalah usaha mikro yang paling utama kemudian diikuti dengan usaha kecil menengah dan besar.
Sekitar 65 juta total UMKM di ASEAN, ada kurang lebih sekitar 74 juta jadi kontribusi wilayah di ASEAN dilihat dari sisi UMKM merupakan salah satu yang terbesar di ASEAN. Maka, Backbone perekonomian regional ada di usaha mikro kecil dan menengah.
"Ketenagakerjaan Kenapa disebut Backbone karena 96,6% serapan tenaga kerja atau kurang lebih sekitar 120,6 juta itu dikontribusikan oleh aktivitas usaha mikro kecil dan menengah termasuk di dalamnya koperasi jadi 96,6%, ucap Arif Budimanta.