daerah

Dukung MBG, Zuhrotul Mar ah Dorong Keterlibatan UMKM Kantin Sekolah

Sabtu, 25 Januari 2025 | 14:53 WIB
Ilustrasi UMKM Kantin Sekolah (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar ah, menyatakan dukungannya terhadap langkah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang berencana melibatkan UMKM kantin sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Ini langkah yang tepat, tetapi perlu memastikan hanya UMKM yang sudah ada di kantin sekolah yang dilibatkan. Jangan sampai malah memasukkan UMKM baru ke dalam sistem," ujar Zuhro pada Selasa (21/1).

Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menyoroti kondisi para pelaku UMKM kantin sekolah yang mengalami penurunan penghasilan drastis akibat berbagai kebijakan sebelumnya.

Baca Juga: Komisi B Desak PDAM Surya Sembada Perkuat Sistem Keamanan Pasca Kasus Penipuan

“Saya sangat mendukung program MBG, tetapi program ini juga harus memberikan dampak positif bagi UMKM kantin sekolah yang sudah beroperasi, bukan hanya untuk siswa penerima manfaat,” imbuhnya.

Menurut legislator Fraksi PDIP-PAN ini, UMKM kantin sekolah memiliki kemampuan untuk mengelola penyediaan MBG dengan pendampingan yang tepat. Ia menyoroti peran penting tim pendamping, seperti sarjana penggerak dari Badan Gizi Nasional, untuk memastikan standar gizi menu yang disajikan.

“Mereka dapat memberikan panduan mengenai penyajian menu MBG, termasuk kandungan kalori yang sesuai untuk setiap tingkatan siswa,” jelas Zuhro.

Baca Juga: KNG Terobosan Adminduk Menuju Surabaya Smart City, Tapi!

Terkait mekanisme pelaksanaan, ia mengusulkan agar UMKM kantin sekolah dapat memasak secara bergiliran atau membagi tanggung jawab memasak dengan menu yang seragam setiap harinya. Dengan cara ini, kebutuhan dapur umum dapat diminimalkan.

“Sistem bergantian atau membagi tugas antar UMKM dengan menu yang sama akan lebih efisien daripada membangun dapur umum,” tambahnya.

Zuhro juga merekomendasikan kebijakan agar siswa membawa alat makan sendiri, sebagaimana telah diujicobakan di SD Bina Karya, Tambak Asri, Surabaya, pada Desember 2024.

Baca Juga: Ajeng Wira Wati: Program Tidur Siang Harus Sesuai Prinsip Kurikulum Merdeka

“Setelah digunakan, alat makan tersebut dicuci dan disimpan untuk dipakai kembali keesokan harinya. Ini jauh lebih hemat dan ramah lingkungan dibandingkan pengadaan alat makan plastik,” terangnya.

Selain itu, Zuhro menekankan pentingnya pengelolaan limbah dari program MBG, baik sampah plastik maupun sisa makanan organik, agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini