Tapanuli Tengah, NAWACITAPOST.COM - Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Tapanuli Tengah, Samahati Lase meminta perhatian Pj. Bupati Tapanuli Tengah Elfin Elyas Nainggolan Agar memberikan perhatian untuk pengembangan olahraga Pencak Silat Di Kabupaten Tapanuli Tengah. Selasa, 06 Juni 2023.
Samahati Lase menjelaskan bahwa IPSI kabupaten Tapanuli Tengah menaungi 9 perguruan yaitu Dasindo, Tapak Suci, PD Lindo, Merpati Putih, Kwindo (spasi), Kwitang, Bulu Perindu, PSHT, dan SPDKK.
"Dari 9 perguruan tersebut memiliki jumlah murid kurang lebih 500 orang, dalam waktu dekat ini atlit atlit dari IPSI akan diseleksi di Provinsi Sumatera Utara di Medan untuk peserta Pra Popnas. Dari Tapanuli Tengah ada 6 orang akan dikirim ke Provinsi untuk mengikuti seleksi ulang diantaranya ada yang sudah pernah juara 3 tingkat Provinsi dan lain lain. Pada tanggal 14 juni 2023 ini diberangkatkan ke Medan," katanya.
Untuk itu, Ketua IPSI menugaskan sekretaris IPSI Khairul Sahdi Lubis dan pelatih Doli Nuranda Pardede dan David Caniago untuk menjumpai Kadispora Hikmal batubara, membicarakan tentang keberangkan seleksi ulang atlit tapteng untuk ke Pra Popnas.
"Sayangnya jawaban dari Kadispora bahwa anggaran olahraga khusus pencak silat tidak ada ditampung dan biaya pembinaan didaerah atau diluar daerah biasanya ada, tahun ini tidak ada kosong keuangan," papar Samahati.
Samahati sangat menyayangkan atlit-atlit dari IPSI Tapteng bila tidak mengikuti seleksi tersebut yang sudah bersusah payah memberikan semangat kepada perguruan namun Kadispora tidak ada solusi untuk difasilitasi mengikuti acara tersebut. Ketua IPSI meminta maaf kepada perguruan jangan patah semangat salam olahraga tetap semangat.
"Sesuai dengan visi dan misi kita, Mengajarkan murid untuk jujur, tegas, berakhlak baik, berani dan berjiwa sportif. Untuk itu, Kami mohon kepada Pj . Bupati Tapteng agar kiranya ditahun-tahun berikutnya untuk diperhatikan dan kebijakannya salah satu cabang olahraga ini untuk nama daerah Kabupaten Tapanuli Tengah yang lebih baik, khusus olahraga pencak silat Tapanuli Tengah," katanya.
Samahati juga menambahkan bahwa Seleksi Pra POPNAS IPSI Kabupaten Tapanuli Tengah juga meraih prestasi 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu.
"Dan itu juga biaya sendiri padahal suratnya di tujukan untuk Dispora Daerah. Dan Alhamdulillah 1 anak IPSI Tapteng kita berangkat ke Jakarta mewakili Sumut dan meraih medali perunggu, Seleksi POPNAS yg akan kita hadapi ini adalah lanjutan dari kegiatan PraPopnas di Jakarta kemarin," pungkasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris IPSi Tapteng Khairul Sahdi Lubis berharap agar Dispora itu tidak berpihak hanya ke salah satu cabang olah raga, yang mana biaya pembinaan dan fasilitasinya sangat besar, namun tidak ada prestasi sama sekali.
"Saya yakin ini di karenakan ada dekingan dari dalam sehingga biaya yang begitu besar sangat mudah di kucurkan, Sementara pencak silat kita yang selalu membuahkan hasil terbaik disetiap kejuaraan tidak pernah mendapatkan fasilitas pembinaan," pungkasnya.
(Petrus Gulo)