daerah

Insiden Kecelakaan Maut akibat Pengemudi Mabuk, HIPERHU: Jangan Serta Merta Cabut Ijin!

Senin, 11 November 2024 | 20:41 WIB
Hearing di Komisi D DPRD Surabaya, Buntut dari insiden kecelakaan maut yang diduga melibatkan pengemudi mabuk setelah berkunjung ke Rekreasi Hiburan Umum (RHU) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Buntut dari insiden kecelakaan maut yang diduga melibatkan pengemudi mabuk setelah berkunjung ke Rekreasi Hiburan Umum (RHU) di Surabaya, Komisi B DPRD Surabaya mengundang beberapa pihak untuk melakukan rapat dengar pendapat atau hearing.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (HIPERHU) Kota Surabaya beserta beberapa OPD Pemkot Surabaya. Sayangnya, pertemuan ini tidak dihadiri oleh pemilik tempat hiburan AMBYAR dan PARADISE, sehingga rapat harus dijadwalkan ulang.

Mohammad Faridz Afif, Ketua Komisi B DPRD Surabaya yang memimpin rapat, menegaskan bahwa pertemuan ini akan diadakan kembali pada Senin depan. “Pemilik Ambyar dan Paradise tidak hadir, sementara kami dari Komisi B dan Pemkot sudah lengkap, begitu juga Hiperhu. Maka kami akan agendakan ulang pada Senin depan, dengan melibatkan Pariwisata Jatim dan DLH Jatim terkait perizinan,” kata Afif.

Baca Juga: Dari Atlet Jadi Dewan, Yona Bagus Widyatmoko Sukses Bina Ratusan Anak Berprestasi secara Gratis di Dojo Trufindo

Lebih lanjut, Politisi PKB ini menegaskan pihaknya akan meminta Pemkot Surabaya mengambil tindakan tegas jika kedua pemilik RHU tersebut kembali absen pada pertemuan mendatang. "Kalau tidak hadir lagi, kami meminta Pemkot untuk melakukan penyegelan tempat tersebut sampai pemiliknya bersedia hadir di dewan," ujarnya tegas.

Terpisah, George Handiwiyanto, Ketua HIPERHU Kota Surabaya, menyatakan bahwa pihaknya mendorong semua elemen terkait untuk kompak dalam merumuskan kebijakan yang melibatkan eksekutif, legislatif, dan aparat keamanan seperti Satpol PP dan Kepolisian.

Ia juga menekankan agar RHU tidak selalu dianggap sebagai tempat yang sulit diatur, karena pihaknya juga mematuhi perizinan, membayar pajak, dan turut berkontribusi dalam menyediakan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Komunitas Disabilitas Semarakkan Penutupan JEEF 2024, Pesan Inklusivitas Menggema di Hari Pahlawan

"Jangan hanya sebatas izin yang diberikan, tapi juga berkesinambungan. Jadi bagaimana masyarakat bisa merasa nyaman, pekerja juga senang, dan masyarakat sekitar merasa aman sehingga tidak terjadi kecelakaan," ungkap George usai hearing dengan Komisi B.

George juga berharap agar setiap permasalahan terkait RHU dapat dikoordinasikan terlebih dahulu dengan HIPERHU agar bisa ditindaklanjuti. "Jangan setelah kejadian baru ramai-ramai. Mari kita jalankan bersama-sama," ujarnya mengimbau.

Di akhir keterangannya kepada media, George menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha RHU yang memberikan santunan kepada keluarga korban. "Ini soal nyawa. Maka saya salut dengan mereka," tutup George.

Baca Juga: PDAM Surabaya Percepat Rehabilitasi 51,2 Km Pipa, Target Tuntas Akhir 2024

Sementara itu, salah satu pemilik RHU, Richard Handiwiyanto menyatakan, sebagai pengusaha dirinya juga butuh dukungan diantaranya regulasi seperti Perda dari Pemerintah kota.

"Kami sudah menyiapkan Car Joki, kalau perlu akan kita siapkan alkohol tes. Karena tidak ada regulasi, yang terjadi adalah pihak vale atau security selalu bersitegang dengan pengunjung," ungkap Richard yang merupakan salah satu pemegang saham club malam chuq dan vertigo ini.

Halaman:

Tags

Terkini