daerah

Adi Sutarwijono: Juni, Bulan Bung Karno, Warisi Apinya Bukan Abunya

Jumat, 7 Juni 2024 | 06:00 WIB
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono (Istimewa)

"Ada sejumlah peristiwa besar di Surabaya. Salah satunya, pertempuran 10 November 1945 di awal kemerdekaan Indonesia, yang setiap tahun kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa heroik itu didahului dengan perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit dan Resolusi Jihad yang membangkitkan perlawanan hebat dari rakyat terhadap tentara sekutu," tutur Adi.

Baca Juga: Walikota Eri Cahyadi Dorong Generasi Z Surabaya Lewat Musrenbang Pemuda

Menurutnya, berbagai peristiwa masa lalu masih dapat dikenali melalui sejumlah tempat atau tetenger hingga saat ini. Ini menjadi modal penting bagi pewarisan sejarah pada generasi selanjutnya untuk menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta membangun karakter.

"Surabaya menyimpan banyak kisah perjuangan, kepahlawanan, dan narasi kebangsaan Indonesia. Ini menjadi modal untuk membangun kesadaran nasionalisme dan memperkuat wawasan kebangsaan bagi generasi penerus. Ini bisa dilakukan melalui cara-cara kreatif, seperti wisata kebangsaan ke tempat-tempat bersejarah," ungkap Adi.

Api perjuangan Bung Karno, kata Adi, diwujudkan dalam praktik pemerintahan Kota Surabaya saat ini untuk menyejahterakan masyarakat, terutama lapisan orang kecil atau wong cilik.

Baca Juga: HKJS Ke-731, Walikota Surabaya: Bersama Warga, Membangun Kota Hebat

"Bung Karno pada 1946 pernah menulis, 'Orang tidak dapat mengabdi kepada Tuhan tanpa mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.'"

Di pemerintahan Kota Surabaya, biaya pendidikan di SD Negeri dan SMP Negeri dibebaskan. Bantuan seragam juga diberikan kepada pelajar yang tidak mampu.

Di bidang kesehatan, dilakukan pembebasan biaya pengobatan dan perbaikan akses pelayanan kesehatan. Pemerintah dan masyarakat terus berupaya mengentaskan kemiskinan.

Baca Juga: Peran Serta Warga dalam HJKS ke-731, Kunci Surabaya Hebat

Selain itu, dilakukan pembenahan kampung-kampung, perbaikan rumah tidak layak huni, dan penciptaan ruang-ruang publik. Pemerintah juga terus menata lingkungan yang hijau dan bersih.

"Surabaya terus tumbuh dan dijaga sebagai kota yang maju, nyaman, dan dihuni beragam penduduk. Toleransi dan gotong royong telah menjiwai Surabaya," tutup Adi Sutarwijono. ***

Halaman:

Tags

Terkini