daerah

Kontrak Payung Pemkot Surabaya: Siapa yang Untung, Siapa yang Ditekan?

Jumat, 4 September 2026 | 14:08 WIB
Sumber foto: Pemkot Surabaya

Dokumen juga menunjukkan harga awal dengan harga hasil negosiasi berbeda pada sejumlah produk. Untuk paving 21 x 10,5 sentimeter tebal 6 sentimeter K350, misalnya, harga awal tercatat Rp73.000 dan hasil negosiasi menjadi Rp67.900 per meter persegi.

Artinya terjadi penurunan Rp5.100 per meter persegi atau sekitar 6,99 persen dari harga awal. Jika volumenya 1.000 meter persegi, perbedaan nominalnya mencapai Rp5,1 juta sebelum memperhitungkan komponen pajak.

Untuk paving 21 x 21 sentimeter tebal 6 sentimeter, harga awal Rp65.000 turun menjadi Rp63.500. Selisihnya Rp1.500 per meter persegi atau sekitar 2,31 persen. Pada volume 1.000 meter persegi, selisihnya Rp1,5 juta.

Namun, dokumen konsolidasi juga memperlihatkan bahwa tidak semua harga bergerak turun. Ini menunjukkan negosiasi tidak sesederhana pemerintah selalu menekan harga pemasok, tetapi menghasilkan harga berbeda berdasarkan produk dan peserta.

Persoalan semakin menarik pada material saluran pracetak. Dokumen perubahan hasil konsolidasi mencatat koreksi harga Cover U-Ditch ukuran 200, gandar 15 ton, panjang 120 sentimeter dari Rp1.665.000 menjadi Rp1.655.000.

Untuk Top Bottom ukuran 200 x 200, gandar 15 ton, harga yang semula tercantum Rp7.200.000 dikoreksi menjadi Rp7.250.000. Pemkot menyatakan koreksi tersebut tidak mengubah pemenang ataupun substansi hasil pemilihan.

Perbedaan Rp50.000 pada Top Bottom memang terlihat kecil jika hanya dihitung satu unit. Namun apabila kebutuhan proyek mencapai ratusan unit, perbedaan tersebut dapat berubah menjadi puluhan juta rupiah.

Sebaliknya, pada Cover U-Ditch 200, penurunan Rp10.000 per unit juga terlihat kecil. Tetapi pada kebutuhan 1.000 unit, selisihnya mencapai Rp10 juta. Karena itu volume aktual menjadi faktor penting untuk menghitung dampak ekonominya.

Harga pasar juga perlu dibandingkan secara hati-hati. Salah satu pemasok material mencantumkan U-Ditch 30 x 40 x 120 sentimeter sekitar Rp329.525 per unit pada daftar harga 2026. Harga tersebut adalah harga penawaran pemasok, sehingga belum bisa dianggap sebagai harga transaksi Pemkot.

Pemasok lainnya mencantumkan Cover U-Ditch ukuran 60 sentimeter sekitar Rp165.000 dan ukuran 80 sentimeter sekitar Rp220.000. Perbandingan harus dilakukan berdasarkan spesifikasi, mutu, beban gandar, biaya pengiriman dan ketentuan pemasangan yang sama.

Di sinilah kontraktor meminta Pemkot tidak hanya membuka harga kontrak payung. Mereka juga berharap pemerintah membuka HPS, volume kebutuhan, realisasi pemesanan dan harga pekerjaan yang akhirnya dibayarkan kepada kontraktor.

“Kalau ingin mengetahui apakah harga itu benar-benar menguntungkan atau tidak, jangan hanya lihat harga material. Lihat satu paket pekerjaan secara utuh. Dari situ baru kelihatan berapa biaya kami dan berapa keuntungan yang tersisa,” kata kontraktor lokal lainnya.

Permintaan tersebut relevan karena kontrak payung pada dasarnya dapat berbentuk kontrak harga satuan. Regulasi Pemkot Surabaya mengatur penggunaan kontrak payung untuk kebutuhan tertentu yang berulang, termasuk mekanisme harga satuan dalam periode kontrak.

Pemkot sendiri secara resmi mengumumkan konsolidasi material saluran pracetak dan paving pada November 2025. Pemerintah menyatakan kebutuhan tersebut akan didanai APBD Surabaya 2026 dan ditujukan kepada prinsipal, pabrikan, produsen serta penyedia material yang memenuhi kualifikasi.

Dengan demikian, tujuan pemerintah cukup jelas: mendapatkan material berkualitas melalui pengadaan yang lebih terintegrasi. Tetapi dari perspektif kontraktor lokal, pertanyaan berikutnya adalah apakah efisiensi tersebut juga menghasilkan struktur harga pekerjaan yang masih memberikan keuntungan wajar.

Halaman:

Tags

Terkini