daerah

Layanan Sudah 100 Persen, Tapi NRW 38 Persen: Komisi B Tantang Direksi Baru PAM Surya Sembada

Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:38 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi PSI, Yuga Pratisabda Widyawasta

Surabaya Utara Masih Jadi Sorotan

Dalam pertemuan yang disebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus pemberian masukan kepada jajaran manajemen baru, Komisi B juga membawa sejumlah keluhan masyarakat.

Salah satunya menyangkut distribusi air di wilayah Surabaya Utara. Yuga menyebut masih ada kawasan yang aliran airnya belum optimal dan baru terasa lancar pada dini hari.

Padahal, sebelumnya Surya Sembada menyatakan kawasan Surabaya Utara merupakan salah satu prioritas pembenahan dan telah mengalami peningkatan layanan. Pada 2025 perusahaan bahkan menyatakan rehabilitasi jaringan dilakukan secara konsisten, terutama terhadap pipa tua yang berusia lebih dari 50 tahun.

Karena itu, menurut Yuga, klaim cakupan layanan 100 persen harus dibarengi dengan pemerataan kualitas tekanan dan kontinuitas air di lapangan.

“Surabaya Utara masih mengalami airnya cuma lancar pada waktu dini hari,” ujarnya.

Air Baku Juga Akan Dibawa ke Jasa Tirta

Persoalan lain yang menjadi perhatian Komisi B adalah kualitas air baku. Yuga menyebut jajaran direksi baru menjelaskan bahwa terdapat klasifikasi air baku dengan tingkat peruntukan berbeda.

Menurut dia, kualitas air baku yang masuk ke sistem pengolahan turut menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan Perumda untuk mengolahnya menjadi air yang layak didistribusikan kepada masyarakat.

“Perumdam Air Minum Surya Sembada akhirnya mengeluarkan cost yang besar untuk menjadikan air baku tadi menjadi air yang layak,” katanya.

Atas persoalan tersebut, Komisi B berencana memanggil pihak Perum Jasa Tirta (PJT) dalam agenda lanjutan. Langkah itu dinilai penting agar persoalan kualitas air baku tidak seluruhnya menjadi beban biaya di sisi pengolahan Perumda.

“Komisi B rencananya mungkin dalam bulan ini atau bulan depan akan mengundang juga Jasa Tirta. Kita fasilitasi, termasuk kita minta PJT untuk memperbaiki air bakunya,” ujar Yuga.

Karangpilang IV Belum 100 Persen Operasional

Sementara itu, Yuga juga menyinggung perkembangan IPAM Karangpilang IV yang dirancang untuk memperkuat pasokan air Surabaya.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 1.000 liter per detik dan sejak awal dirancang untuk memperkuat sistem distribusi, termasuk membantu wilayah yang masih memiliki keterbatasan pasokan seperti Surabaya Utara.

Namun, berdasarkan penjelasan yang diterima Komisi B dalam rapat, Karangpilang IV saat ini masih dalam tahap uji coba dan belum beroperasi 100 persen.

“Sudah diuji coba untuk beberapa bagian. Tadi masih permasalahan meter air, jadi masih ada penyesuaian,” jelas Yuga.

Ia mengatakan, fungsi Karangpilang IV juga akan dikaji kembali berdasarkan kebutuhan masing-masing zona distribusi. Salah satu fokusnya adalah Zona 3.

Halaman:

Tags

Terkini