daerah

Armuji Turun Tangan ke Keputran, Ungkap Ibu DA Pernah Mengadu Sejak Februari

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:40 WIB

 

NAWACITAPOST.COM – Kasus bocah berinisial DA (5) yang viral di media sosial karena diduga ditelantarkan dan dijadikan alat untuk mengemis memasuki babak baru.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kediaman ayah DA, Sunardi, di kawasan Pasar Keputran, Jalan Dinoyo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Armuji bertemu langsung dengan Sunardi sekaligus melihat kondisi DA yang hingga kini masih tinggal bersama ayahnya.

Dari penelusuran tersebut, Armuji mengungkap fakta bahwa ibu DA, Agustin Arimardika atau yang akrab disapa Ayu, ternyata sudah pernah menyampaikan laporan terkait persoalan tersebut ke Rumah Aspirasi sejak Februari 2026.

Namun, menurut Armuji, laporan tersebut sulit ditindaklanjuti karena Ayu disebut tidak memberikan respons ketika kembali dikonfirmasi.

“Karena setiap dikonfirmasi selalu gak balas, kita takutnya hoaks atau gimana. Jadi kemarin saya minta Ayu buat datang sendiri ke Rumah Aspirasi ngomong langsung sama saya,” kata Armuji, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Armuji, persoalan tersebut kembali mencuat setelah beberapa waktu lalu seorang teman Ayu menghubunginya dan meminta agar dilakukan mediasi.

Namun, Armuji menegaskan bahwa dirinya meminta Ayu datang sendiri untuk menyampaikan persoalan tersebut secara langsung.

“Tapi saya bilang, gak bisa, kalau mau suruh Ayu ngomong langsung ke saya,” ujarnya.

Setelah komunikasi tersebut, Ayu akhirnya bersedia datang ke Rumah Aspirasi pada Sabtu (1/8/2026) untuk mengikuti mediasi dan menyampaikan langsung persoalan yang terjadi.

Armuji Minta Publik Tak Gegabah

Armuji juga meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama video yang telah dipotong, diedit, atau diunggah ulang tanpa konteks yang jelas.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan verifikasi sebelum mengambil kesimpulan terkait kondisi DA.

“Karena di medsos kan banyak video yang cuma diposting ulang, diedit sedemikian rupa sehingga kebenarannya belum tentu benar. Makanya kita ke sini mengonfirmasi, jadi jangan asal percaya langsung,” ucapnya.

Meski demikian, Pemkot Surabaya memastikan persoalan DA tidak dibiarkan begitu saja.

Halaman:

Tags

Terkini